Borneo Adventure
Barcode Scanner

Mungkinkah Sby Mega, Partai Demokrat dan PDIP Kokoh dalam Koalisi?

Agaknya benar adanya sebuah pameo “tidak ada musuh dan teman  abadi dalam politik “ Masih segar di ingatan kita bagaimana persaingan Barrack Obama dengan rekan satu partainya dari Partai Demokrat Hillary Clinton dalam penjaringan calon Presiden Amerika dari Partai Demokrat di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Walaupun mereka dari partai yang sama namun nuansa persaingan sengit itu sangatlah tajam,

Salah satu karikatur semasa persaingan Obama VS Hillary

Salah satu karikatur semasa persaingan Obama VS Hillary

Perjalanan panjang persaingan antara Obama dan Hillary dalam kampanye di tiap tiap negara bagian sangatlah melelahkan bagi keduanya,  dan tidak hanya korban materi serta tenaga, mereka dan masing masing tim suksesnya mencurahkan segala upaya untuk memenangkan persaingan.

Berbagai manuver dan statement saling menyerang mereka keluarkan untuk saling menjatuhkan lawan politiknya masing masing. Waktu berjalan dan menjawab akhir persaingan mereka dengan kemenangan Obama. Tentunya tidaklah mudah bagi seorang Hillary untuk bisa berjiwa besar menerima hal tersebut. Namun mungkin rasa persaudaraan satu partai mereka juga rasa kebangsaan mereka mungkin lebih besar dan mampu menyisihkan ego serta rasa gengsi dari diri masing masing. Kita masih ingat bagaimana seorang Obama mencoba merekonsiliasi hubungan dengan Hillary baik dari sisi moral maupun bantuan kesanggupan untuk membantu hutang Hillary yang besar dalam rangka biaya kampanyenya. Bahkan Obama mengajak Hillary untuk ikut bersama dalam membangun pemerintahan bersama.

Walaupun tidak menjadi Wapres dari Obama, Hillary tetam powerful memegang jabatan Menteri Luar Negeri Amerika dan solid serta menyatu dengan sosok mantan rival politiknya itu.

Perkembangan terakhir dari peta perpolitikan kita saat ini adalah adanya eskalasi koalisi antara Partai Demokrat sebagai partai pemenang pemilu dengan PDIP yang selama ini kita ketahui sangat berseberangan, baik dari sisi pandangan politik keduanya maupun platform partai serta bedanya basis masa antara keduanya.

Manuver yang selama ini terjadi antara SBY dan Mega

Manuver yang selama ini terjadi antara SBY dan Mega

Perjalanan persaingan politik antara Sby dan Mega sudah sejak lama terjadi sejak pemerintahaan Mega masih berkuasa sampai saat ini begitu banyak manuver politik dari persaingan keduanya. Sejak dari sindir sindiran dan saling mengkritik baik policy maupun pernyataan publik. Mungkin kalau kita sebutkan satu satu akan begitu banyak. namun semua masyarakat kita mengerti dan tau setajam apa persaingan antara keduanya, bahkan beberapa sudah mengarah ke black campaign.

Mungkin kalau benar adanya koalisi antara PDIP dan Partai Demokrat bisa terwujud maka inilah salah satu hal baru dan penting dalam sejarah perpolitikan kita di era reformasi ini.  Kita tahu tidaklah mudah untuk menyatukan kedua partai ini dalam satu koalisi, namun bukankah dalam politik semua bisa diwujudkan baik kompromi kompromi antara mereka.

Banyak pengamat berpendapat manuver PD untuk mendekat ke PDIP ini untuk upaya memotong kesempatan bagi Prabowo dan Gerindranya untuk maju dalam Pilpres mendatang, karena jelas JK dan Golkar-nya sudah resmi menggandeng Wiranto dan Hanura-nya.

Seperti kita ketahui Gerindra dan PDIP sudah melakukan upaya upaya pendekatan secara intensif selama ini, bahkan dengan manuver kelompok Teuku Umar untuk bersaing dengan kelompok Cikeas. Namun mungkin Kekukuhan Prabowo dan Mega untuk sama sama menjadi Presiden (karena keduanya tidak merasa pantas bila menjadi wapres) menjadikan jalan buntu.

Gambaran Obama Hillary sebaiknya bisa menjadi salah satu inspirasi konsiliasi kedua kubu politik yang selam ini berseberangan untuk bisa menjalin kerjasama.  Dan kalau ini terwujud jujur saja saya sebagai rakyat kecil akan gembira karena selain melihat para pembesar negaranya rukun juga kita tidak akan lelah dalam Pilpres mendatang karena secara hitung hitungan politik bisa dipastikan akan berlangsung hanya satu putaran saja. Tidak seperti Pilkada Jatim yang berlarut larut memakan biaya besar dan melelahkan.

Bilakah mereka bisa menjadi satu bagian koalisi bersama?

Bilakah mereka bisa menjadi satu bagian koalisi bersama?

Saat ini PD sudah menjalin kesepakatan politik untuk bersama dengan PKS, PAN, PKB, PPP dan beberapa partai Kecil lainnya bila jadi PDIP masuk maka akan menjadi sebuah koalisi besar yang tidak tertandingi, karena gabungan Partai Golkar dan Hanura masih dibawahnya.

Bagaimana Menurut Anda?

Filed Under: Ruang Hatiku

Toko Barcode

Comment using your Facebook

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.