Borneo Adventure
Barcode Scanner

Tolak Boediono, PKS Dikecam

Menyikapi penolakan PKS terhadap cawapres Boediono, para pendukung SBY mengecam sikap para elite partai dakwah itu. Penggunaan unsur keagamaan (Islam) sebagai landasan penolakan atas keputusan capres incumbent Partai Demokrat itu dinilai tidak relevan

“Yang bikin kami kecewa hal ini sudah masuk lewat ranah publik dan nggak usah bicara soal ke Islaman. Kalau nggak suka langsung bicara dan ketemu SBY jangan lewat media,” jelas Ketua Presidium Forum Musyawarah Lembaga Dakwah Pemuda Islam Muhammad Yusuf dalam keterangannya pers di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta, Kamis (14/5).

Ia mengatakan, yang menjadi saran bukanlah Boediono, melainkan SBY yang menjadi titik tolak. Karena, penentuan cawapres adalah kewenangan SBY sebagai capres.

“Ya kita harus bisa legowo dan menerima. Ini bukan tampilan yang baik. Para elit politik tersebut harusnya tidak main konflik dalam tataran retorika. Dan kita juga sudah paham apa ujung-ujungnya,” jelas Yusuf.

Jika nantinya SBY tetap memilih Gubernur Boediono, dijelaskan dia, hal tersebut diserahkan sepenuhnya ke Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. “Siapapun yang dipilih SBY kan SBY punya penilaian. Yang penting kita memberikan masukkan seperti apa kriteria-kriterianya. Kalau ada perubahan yang mendasar yang kita lihat bukan wakilnya tapi SBY-nya,” bebernya.

Mengenai ancaman PKS,PAN, dan PPP yang mengancam akan keluar, ia enggan menanggapi. Namun, diharapkan dia, parpol yang tergabung dalam koalisi harus menahan diri dan mengutamakan pendekatan persuasif konstruktif dalam membangun semua harapan dan keinginan masing-masing.

“Agar tidak masuk pada wilayah perdebatan yang tidak semestinya menghabiskan energi. Sehingga membuat rakyat dan masyrakat Indonesia menjadi semakin tidak memahami kualitas keberpihakkannya. Yang jelas hanya untuk rakyat Indonesia,” tandas Yusuf. [jib/ton] Dikutip dari : Inilah

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Politik

Comment using your Facebook

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.