Borneo Adventure
Barcode Scanner

Kerusuhan Besar, Toko Toko Etnis Cina Di Jarah Massa

Toko Toko Milik Pendatang Cina banyak yang dijarah dan tutup

Toko Toko Milik Pendatang Cina banyak yang dijarah dan tutup

Kesenjangan antara penduduk asli  dengan etnik pendatang akhirnya berbuntut pada kerususan massa yang meluas di beberapa daerah Papua New Guinea (PNG), Aksi-aksi penjarahan terhadap toko-toko milik etnis China meluas di seluruh Papau Niugini (PNG) akhir pekan lalu saat gelombang sentimen anti-Asia melanda negara itu. Demikian dilaporkan, Senin (18/5).

Toko-toko di Madang di pantai utara dan Goroka di provinsi Dataran Tinggi Timur negara Pasifik itu dijarah massa yang terdiri atas pria, wanita, dan anak-anak. Demikian diberitakan surat kabar The National.

Penjarahan itu menyusul serangan-serangan terhadap toko-toko milik China di ibu kota Port Moresby dan kota pantai Lae pekan lalu. “Para penjarah mengatakan, bisnis harus dikelola penduduk lokal dan pemilik toko China menjual barang-barang mereka terlalu mahal,” kata surat kabar itu.

“Para penjarah menjarah semua barang di empat toko Asia di Goroka, yang terdiri dari kulkas, radio, televisi, mesin cuci, dan bahan makanan, Minggu pagi,” kata komandan polisi provinsi Dataran Tinggi Timur, Augustine Wampe, kepada surat kabar tersebut.

The National melaporkan, di Madang, Sabtu, sebuah toko dijarah dan dua toko hancur sebelum polisi tiba dan menghalau penduduk yang menjarah. Polisi di beberapa kota lain, termasuk ibu kota Dataran Tinggi Barat, Gunung Hagen, melakukan patroli di jalan-jalan untuk mencegah kerusuhan atau penjarahan terhadap para pedagang China.

Gubernur Distrik Ibu Kota Nasional, termasuk Port Moresby, Powes Parkop, menyalahkan para agitator karena menghasut sentimen terhadap para pedagang Asia dan menjamin para pedagang mereka aman dan harus membuka kembali toko-toko mereka.

Ia mengemukakan dalam satu jumpa wartawan, rakyat Papua Niugini harus memahami reaksi yang benar terhadap arus para pedagang Asia itu, dan bukan mengusir mereka atau membatasi kemampuan mereka untuk berdagang. Hal itu dikatakan The National.

“Apa yang terjadi jika semua pedagang China kita dan wanita menutup toko dan pergi besok, apakah itu menyelesaikan persoalan?” tanya dia. “Jika besok semua pedagang China kita pergi, kita tidak akan dapat berbisnis.”

Aksi kekerasan terhadap para pedagang itu menyusul para pekerja tambang lokal yang mengamuk pada 8 Mei di sebuah proyek nikel besar, dengan beberapa staf China cedera dan kendaraan-kendaraan dan peralatan dirusak.

Aksi kekerasan itu menghentikan pekerjaan konstruksi untuk sementara di lokasi kilang Basamuk tambang Ramu yang dikelola China, sebuah proyek senilai 1.37 miliar dollar AS di Madang. Perusahaan Metallurgical Group Corporation milik Pemerintah China, dilanda kerusuhan menyangkut tuduhan penganiayaan terhadap para pekerja lokal.

Referensi: Kompas Dan Agence France-Presse (AFP)

Filed Under: Ruang Berita Politik

Toko Barcode

Comment using your Facebook

RSSComments (4)

Trackback URL

Comments are closed.