Capres Megawati Tegas Tolak UU Anti Pornografi
mesin kasir | May 24, 2009 | Comments 0
Upaya Tolak UU Anti Pornografi
Calon presiden Megawati Soekarnoputri menegaskan konsisten menolak Undang-Undang Anti-Pornografi. Megawati juga berbicara soal penyeragaman budaya terkait undang-undang itu.
“Ditanya soal itu, saya akan sangat mudah untuk menjawabnya. Sejak saya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, sudah menolak UU anti pornografi karena konsistensi kita dalam pluralisme kebudayaan,” kata Megawati.
Pernyataan itu disampaikan Megawati, saat menjawab pertanyaan dari sosiolog Thamrin Amal Tomagola, dalam diskusi “Kebudayaan dan Presiden” di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu, 24 Mei 2009.
Menurut Mega, upaya penyeragaman itu bisa muncul karena ada pikiran-pikiran yang ingin memodernisasi. Thamrin dalam diskusi tersebut mempertanyakan kebijakan apa yang akan diambil Megawati jika terpilih nanti terkait dua ancaman utama dalam bidang kebudayaan.

Bila Maria Ozawa seperti ini?
“Ancaman pertama adanya bahaya penyeragaman budaya yang pluralisme dengan adanya UU anti pornografi, kekayaan lokal seperti di Bali, Nias, dan Dayak seperti dihakimi,” kata Thamrin.
Sementara ancaman kedua, menurut Thamrin, adanya komoditisasi kebudayaan yang dapat mereduksi makna budaya seperti yang terjadi dalam kebijakan disatukannya kebijakan kebudayaan dan pariwisata dalam satu kementerian. “Apakah dua hal tersebut akan ditinjau kembali oleh Bu Mega?” tanya Thamrin.
Menanggapi disatukannya kebudayaan dan pariwisata dalam satu kementerian, Mega mengaku mengalami kesulitan. “Pada waktu jadi Presiden, saya sudah berpikir ke arah sana tapi tidak punya kesempatan,” kata Megawati.
Mega berdalih tidak punya cukup waktu untuk melakukannya. “Kondisi waktu itu untuk memisahkan setidaknya butuh dua tahun untuk membentuk kementerian baru,” ujar Mega yang didampingi Prabowo.
Bagi Mega, insan budaya belum banyak mengambil peran dalam pengambilan kebijakan pemerintah. “Insan budaya kering sekali tidak mau masuk ke ranah politik sehingga hal-hal seperti itu dapat terjadi,” ujarnya. Sumber: TVOne
Filed Under: Ruang Berita Politik • Ruang Berita Terkini





