Borneo Adventure
Barcode Scanner

Mengapa Amien Rais Plin Plan

Pak Amien Kon Berubah ubah?

Pak Amien Kon Berubah ubah?

Banyak pihak menyayangkan sikap M Amien Rais. Para analis politik menyebut, sikap Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN yang berubah-ubah dalam menyatakan dukungan terhadap capres itu sebagai mencla-mencle dan plin-plan serta kian menggerus kredibilitasnya. Mengapa?

Sebagai intelektual organik, Amien Rais dianggap telah mengecewakan mahasiswa dan publiknya. Meski semua yang kecewa itu tetap sayang kepadanya. Semula, Amien mendekat ke SBY untuk memasangkan Hatta Rajasa sebagai cawapres SBY. Tapi upaya itu gagal.

Masuknya Boediono sebagai cawapres SBY awalnya langsung dikecam Amien. Sebagai tokoh yang berstigma ‘Neolib tulen’, Boediono ditolak Amien secara terbuka. Belakangan Amien malah mendukung SBY-Boediono. Secara terbuka pula.

Amien bahkan menyatakan dirinya dan pengurus teras PAN sudah bulat mendukung duet SBY-Boediono dan tidak berdiri di sejumlah kaki. “Jika ada anggota dan simpatisan PAN tidak ikut keputusan partai, itu wajar karena parpol tidak seperti lembaga militer,” cetusnya.

Amien menyatakan keyakinannya suara anggota dan simpatisan PAN untuk pasangan SBY-Boediono pada pemilu presiden mendatang mencapai 80 persen. Ia menilai wajar suara dalam sebuah partai tidak bulat 100 persen.

Seperti halnya Gus Dur dari Nahdlatul Ulama, Amien Rais yang Muhammadiyah itu memang sering membingungkan ummat. Tempo hari, ketika Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir (SB) dan pimpinan teras sibuk mengurus kecurangan pemilu legislatif, Amien Rais mengundang 33 DPW dan pengurus DPP PAN untuk mengarahkan mereka agar mendukung SBY.

Langkah itu sempat membuat kelimpungan SB, karena sebenarnya ia sedang bekerja keras mengatasi kecurangan pemilu dan mencoba menjanjaki koalisi dengan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto.

Lalu, ketika SBY memilih Boediono sebagai cawapresnya, Amien menolak keras dengan alasan Boediono adalah ekonom Neoliberal dan membawa kepentingan IMF mauun Amerika Serikat. Kini Amien sudah berbalik lagi mendukung pasangan SBY-Boed.

Melihat sikap Amien yang grusah-grusuh itu, mantan Sekjen PAN Faisal Basri sempat menyatakan, mungkin hal itu disebabkan oleh perkembangan usia Amien yang makin tua. Ada juga yang menyatakan, itu karena faktor kecemasan Amien dan kebutuhan yang makin meningkat, serta pragmatisme yang tak terkendali.

Fahcry Ali bahkan menyebutkan, ada misteri di balik sikap Amien belakangan ini yang berubah-ubah arah itu.

Apa pun itu, masih ada waktu bagi Amien untuk menata diri dalam melangkah ke depan dan memihak kepentingan rakyat bawah. Dalam membela kebenaran dan keadilan, mestinya Amien tak boleh berubah. Tapi sejarah sering menelan para tokoh yang kalah. Barangkali Amien salah satu di antaranya, sebelum pada akhirnya rebah. (Inilah)

Filed Under: Ruang Berita PolitikRuang Berita Terkini

Toko Barcode

Comment using your Facebook

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.