Borneo Adventure
Barcode Scanner

Sebentar Lagi Hadir Layanan Blackberry CDMA

Wah yang pake CDMA dah bisa lega nih nggak perlu iri ama GSM

Wah yang pake CDMA dah bisa lega nih nggak perlu iri ama GSM

PARA pelanggan operator code division multiple acces (CDMA) tak perlu sirik lagi terhadap pengguna GSM yang asyik menggunakan BlackBerry.

Kini Indosat tengah masuk tahap finalisasi kerjasama dengan Research in Motion (RIM) -produsen BlackBerry- agar pengguna StarOne, jaringan berbasis teknologi CDMA Indosat, bisa ikut-ikutan mengakses BlackBerry.

“Mudah-mudahan Juni ini BlackBerry StarOne sudah bisa komersial,” ungkap Direktur Pemasaran Indosat, Guntur S. Siboro.

Yang masih menjadi bahan penggodokan oleh pasangan kongsi tersebut adalah tarif bagi pengguna StarOne. “Tarifnya belum final, maunya satu tarif baik untuk GSM BlackBerry maupun CDMA BlackBerry,” jelas Guntur.

Dari sisi teknis, akses BlackBerry menggunakan CDMA relatif tak ada masalah. Sekadar perbandingan, di Amerika Serikat (AS), layanan BlackBerry memang diakses menggunakan teknologi CDMA.

Dengan fleksibilitas CDMA itu, Indosat tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk memperluas layanan BlackBerry ke StarOne. “Jadi hanya ingin memaksimalkan kapasitas agar tidak menganggur,” kata Kepala Divisi Merek StarOne Suhendri Naswill.

Oh, iya, perangkat BlackBerry yang sudah mendukung akses jaringan CDMA antara lain, seri 8130, 8330, 8830, 8930, serta seri 9530.

Sampai saat ini StarOne baru merangkul 700.000 pelanggan dari 2,1 juta kapasitas pelanggan yang tersedia. Namun Indosat membantah layanan BlackBerry ke StarOne sebagai usaha mengatrol jumlah pelanggan telepon tetap nirkabel itu. “Untuk Star-One, kami tidak punya target tertentu. Hanya kelengkapan saja untuk dual mode device yang ada di pasar,” tandas Guntur.

Harus melampaui 5 tahapan

Pesaing abadi Indosat, PT Telkom tak mau kalah. Pemilik jaringan CDMA bermerek Flexi itu juga berencana membuka layanan BlackBerry. “Kami sedang melakukan penjajakan ke RIM,” tutur Wakil Presiden Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Pemasaran PT Telkom Eddy Kurnia.

Rencana yang lebih matang justru datang dari Smart Telecom. Kabarnya, perusahaan telekomunikasi milik Grup Sinar Mas ini sudah menemui kata sepakat RIM. Bahkan, konon, Smart tinggal tahap ujicoba.

Agar dapat menerapkan perangkat BlackBerry dari RIM, operator telepon harus melewati lima tahap proses. Nah, saat ini, konon Smart berada di tahap ketiga, artinya tinggal dua tahap sebelum final. Tahap-tahap itu menyangkut kepastian apakah RIM bisa berjalan cocok dengan Smart.

Smart belum dapat memastikan kapan kerjasama dengan BlackBerry itu dapat terlaksana. “Mudah-mudahan prosesnya cepat sehingga tahun ini bisa diluncurkan,” ujar seorang sumber KONTAN. Menurut dia, RIM akan lebih dahulu menggandeng StarOne. “RIM kan sudah bekerjasama dengan Indosat sejak lama,” ucapnya.

Sumber resmi Smart masih enggan berterus terang ikhwal kerjasama tersebut. Menurut Direktur Regulasi Smart Ubaidillah Fatah, saat ini operator tempatnya berkarier masih asyik berjualan paket data untuk menggenjot pelanggan. “Kami masih fokus bermain data dengan paket bundling,” ujar Ubaidillah.

Sementara itu, Esia terkesan cuek bebek dengan ingar bingar BlackBerry. Menurut Direktur Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi, Esia masih asyik menekuni segmen pasar pelanggan yang masih mementingkan suara dan pesan singkat (SMS). ** Kontan**

Filed Under: Ruang Teknologi

Toko Barcode

Comment using your Facebook

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.