5 SMA Di Makasar 100 Persen Siswanya Tidak Lulus, Sistem Yang Salah Atau Siswa Yang Bodoh?
mesin kasir | Jun 16, 2009 | Comments 6

Ayo Ngapain tuh, nyontek yah
Sangat memprihatinkan mendengarnya, disaat para capres diskusi dengan masyarakat yang berkecimpung di dunia pendidikan tentang visi pendidikan, disatu sisi lainnya ada 5 sekolah yang siswanya seluruhnya tidak lulus ujian nasional “UNAS”. Lalu dalam benak kita bertanya ini yang salah dimana? apa semua siswa di 5 sekolah itu bodoh bodoh? kalau bodoh kok ya bisa seragam? atau sistemnya yang salah? atau gurunya yang bodoh?
Pengumuman hasil ujian nasional tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat serentak dilakukan di Sulawesi Selatan. Di wilayah ini, siswa di lima SMA tak ada yang lulus. Tahun ini persentase siswa yang tidak lulus lebih tinggi yakni 4.670 siswa dari 62.412 peserta. Dibandingkan tahun 2008, 3.645 siswa tak lulus dari 59.129 peserta.
Lima sekolah yang tak satu pun siswanya lulus yakni SMA Negeri 1 Tompobulu sebanyak 26 siswa, dan empat sekolah swasta yakni SMA Perguruan Islam Makassar sebanyak 14 siswa, SMA Cokrominoto Gunung sebanyak 32 siswa, SMA Irnas Makassar sebanyak 24 siswa, dan SMA Al-Ihsan DDI Lekopancing sebanyak 30 siswa.
Selain lima sekolah ini, terdapat 15 sekolah yang tingkat kelulusannya sangat rendah seperti SMA DH Pepabri Makassar dari 32 peserta ujian hanya tiga orang yang lulus. SMA Negeri Cempa dari 57 peserta ujian hanya 11 yang lulus.

Ujian Nasional Hendaknya Tidak Dijadikan Tolak Ukur satu satunya Kelulusan
Pantauan Tempo, belasan siswa SMA DH Pepabri Makassar telah menunggu pengumuman hasil ujiannya. Ika salah satu siswa yang enggan menyebutkan nama lengkapnya mengaku belum tahu jam berapa pengumuman akaan dipasang. “Kita masih menunggu, tapi katanya hari ini,” katanya.
Berbeda dengan pemandangan di SMA Negeri I Makassar yang pengumuman hasil ujian nasionalnya sudah termuat di salah satu koran lokal. “Saya tahu lulus setelah lihat koran tadi pagi,” kata Dela Susanti (18) siswa jurusan IPA yang ingin melanjutkan pendidikan ke Unvesitas Hasanuddin.
Kepala Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Nasional Sulawesi Selatan, Abdullah Parewe, yang ditemui saat mengunjungi sekolah-sekolah yang tingkat kelulusannya rendah mengatakan, meningkatnya jumlah tingkat ketidaklulusan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni tenaga pengajar, peserta didik, serta sarana dan prasarana.
“Khusus di SMA DH Pepabri Makassar penyebab utamanya dari peserta didik itu sendiri, karena mereka disuruh beli buku literatur tetapi kurang mampu, ditambah motivasi belajarnya yang kurang,” kata Abdullah.
Terkait tingginya tingkat ketidaklulusan ini maka Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo meminta instansi terkait untuk mencari fakta-fakta penyebab dan solusi untuk mengatasi masalah ini. **Tempo
Filed Under: Ruang Berita Terkini





