Borneo Adventure
Barcode Scanner

Aturan Baru Wajib Pakai Deodoran Dan Celana Dalam

Etika Berpakaian Di Publik Di Amerika Serikat

Etika Berpakaian Di Publik Di Amerika Serikat

Suatu hal yang tak lazim telah terjadi di negara bebas seperti Amerika Serikat, dimana mereka mulai menerapkan sebuah kebijakan pengaturan etika perpakaian di tempat tertentu.

Jika Anda ingin bekerja untuk kota Brooksville, pastikan bahwa Anda menggunakan deodorant, pakaian yang sesuai dengan benar dan yang menutupi luka dan tato anda.

Dan, untuk kepentingan kebaikan, memakai pakaian dalam. Jika tidak, anda dapat melanggar di kota pakaian baru kode.

Aturan Kota Brooksville  yang disetujui Dewan yang berpakaian dan tampilan kebijakan dengan hitungan 4-1 bulan ini, Dia ditanya berapa kode akan diinterpretasikan dan di berlakukan.

Dewan Kota Brooksville, Florida, menyetujui revisi undang-undang yang mewajibkan semua karyawan di kota itu memakai celana dalam saat bekerja. Seragam yang bisa mempertontonkan pakaian dalam juga dilarang.


Kebijakan baru ini mengatur suatu hal yang sifatnya personal, wah di negara yang katanya liberal pun malah lebih ketat dibandingkan di Indonesia ya, bukankah di timur lebih menganut tata nilai kesopanan. Ternyata sekarang kondisinya terbalik.

Manajer Kota Jennene Norman-Vacha mengatakan mungkin hal ini bisa jadi masalah, namun ini untuk hal yang lebih baik.

After consulting with a number of sources, city officials and attorneys have come up with guidelines on how employees should maintain their “public image” from head to toe and almost everywhere in between. Setelah konsultasi dengan sejumlah sumber, pejabat kota telah datang dan attorneys dengan panduan tentang cara karyawan harus mempertahankan “citra publik” dari kepala ke kaki, dan hampir di mana-mana di antara.

Di antara persyaratan yang tercantum: karyawan tidak akan diizinkan untuk memakai pakaian yang dianggap “mengganggu, menyinggung atau menyatakan”; bagian tubuh harus terlihat hanya di telinga; semua luka luka atau harus dilindungi, dan tali tops, Spandex, atau skirts ” dikenakan di bawah ukuran pinggang seperti bahwa perut atau kembali terkena “tidak akan diijinkan.

Selain itu, karyawan yang harus memakai seragam untuk bekerja harus memelihara mereka “rapi, dibersihkan dan ditekan,” sesuai dengan kebijakan.

Karyawan yang akan ditemukan melanggar kebijakan dapat dikirim ke rumah perubahan dan tidak dibayar untuk waktu yang tidak diterima kerja. Beberapa pelanggaran yang dapat berakibat tindakan disipliner hingga dan termasuk pemutusan hubungan kerja.

Salah satu warga Norman-Vacha percaya tidak akan terjadi sesuatu yang tidak nyaman dan dia pikir ini tidak masalah

Dibeberapa sekolah dan kantor aturan etika berpakaian ini sudah diterapkan dengan baik

Mantan anggota dewan Maria Staib berusaha untuk tdk berhasil pitch yang berpakaian kode pada November 1996 setelah dugaan pelecehan seksual terhadap maka-Kota Manager Richard Anderson.

Hal ini banyak didukung warga karena selama ini wanita sering menjadi korban pelecehan seksual di lingkungan kerjanya.

Nah bagaimana di Indonesia?

Akankah kita menerapkan aturan kode etik berpakaian di tempat tertentu seperti di negara Paman Sam yang dikenal bebas itu?

Sumber St Petersburg Times

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Suka SukaRuang Berita Terkini

Comment using your Facebook

RSSComments (6)

Trackback URL

Comments are closed.