Borneo Adventure
Barcode Scanner

Biadab, Di Inggris 450 Remaja Lakukan Aborsi, Di Indramayu Bayi Dibuang Di Teras Masjid

Bayi Yang Tidak Berdosa Ini Menjadi Korban Kebiadaban Orang Tua Yang Tidak Bertanggung Jawab

Bayi Yang Tidak Berdosa Ini Menjadi Korban Kebiadaban Orang Tua Yang Tidak Bertanggung Jawab

Lebih dari 450 remaja putri di bawah usia 14 tahun telah menghentikan kehamilannya, alias aborsi. Aksi ini tercatat sepanjang tahun 2005 sampai 2008, termasuk 23 anak perempuan berusia 12 tahun, di Inggris dan Wales.
Statistik dari Departemen Kesehatan Inggris mengungkapkan pada periode yang sama, ada 52 remaja putri telah melakukan aborsi empat atau lebih kehamilan mereka sebelum merayakan ulang tahun ke-18. Ini merupakan rekor tertinggi aborsi di Inggris dan Wales.  Andrew Lansley, kesehatan sekretaris Departemen Kesehatan Inggris, menjelaskan bahwa statistik itu sebagai bukti bahwa kebijakan pada kehamilan remaja telah gagal. “Ketika anda melihat kasus-kasus remaja putri yang aborsi berulang kali, hal ini tidak hanya tragis dan mengganggu, tetapi total tidak diperlukan,” katanya.

Dia mengatakan Tories akan memperkenalkan kebijakan untuk meningkatkan dukungan kepada remaja, sementara advokasi lebih ditujukan kepada penggunaan kontrasepsi jangka panjang berupa suntikan untuk remaja yang telah melakukan aborsi.

Data pemerintah mengungkap bahwa ada 64.715 pengulangan aborsi dilaksanakan di semua kelompok umur, tahun lalu. Data ini merupakan tertinggi dan meningkat 22 persen dalam satu dekade ini. Mereka termasuk 46 perempuan yang telah melaukan aborsi sedikitnya dalam delapan kehamilan.

Usulan untuk mengurangi batas hukum untuk penghentian aborsi dari 24 minggu terakhir kalah tahun lalu. Hal ini menyusul perdebatan sengit parlemen dan bentuk baru dan angka yang meningkat tajam dalam 26 pekan terakhir.

Juru bicara Departemen Kesehatan mengatakan pemerintah telah menginvestasikan hampir 50 juta pound sterling atau Rp 25,3 miliar dalam upaya untuk mencegah kehamilan remaja dan tingkat aborsi untuk remaja, yang secara keseluruhan merosot 4,5 persen dalam satu tahun terakhir.

Bayi Masih Merah Dibuang Di Teras Masjid

Bayi laki-laki berusia 4 hari ditinggalkan ibu kandungnya di teras Masjid At Taubah Blok Cilet Desa Karanganyar Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jabar, Minggu (28/6) dinihari pukul 01:00 WIB.

Suara tangisan bayi yang tak henti-hentinya di keheningan malam membangunkan Bunaim, 45 kemit (penjaga masjid) yang saat itu sedang terlelatp tidur di rumahnya yang kebetulan di samping Masjid At Taubah.

Bunaim segera turun dari ranjang dan berjalan kaki keluar rumah mencari sumber suara. Ketika sorot matanya tertuju ke masjid, masya Allah sosok bayi yang masih berwarna merah itu menangis kedinginan.

Tubuh bayi yang beratnya sekitar 3 Kg dan panjang 35 Cm itu digeletakkan di teras masjid di pinggir Jalan Pantura yang selalu dipadati lalu-lintasnya kendaraan baik siang maupun malam.

Bunaim segera menggendong bayi itu dan memberitahukannya ke anggota keluarganya di rumah. Selanjutnya Bunaim bergegas melaporkan penemuan bayi tadi ke Polsek Kandanghaur yang berjarak kurang dari 2 Km dari lokasi penemuan bayi.

Untuk memastikan kondisi kesehatannya polisi membawa bayi laki-laki yang belum bernama itu ke Ny. Nung, seorang bidan desa yang rumahnya kebetulan tak jauh dari Masjid At Taubah.

Setelah diperiksa bayi itu dalam keadaan sehat. “Kondisi badannya sehat walaupun bayi tersebut sehabis digeletakan sendirian tanpa alas di teras masjid pinggir jalan,” ujar petugas.

Sambil menunggul pengusutan lebih lanjut, bayi laki-laki yang baru ditemukan Bunaim itu untuk sementara dirawat di rumah bidan Ny. Nung. Polisi hingga Minggu sore masih belum berhasil mengungkap siapa pelaku pembuang bayi itu

Sungguh Biadab dan Bejad pelakunya ini

Sumber: Poskota dan Tempo

Filed Under: Ruang Berita Terkini

Toko Barcode

Comment using your Facebook

RSSComments (2)

Trackback URL

Comments are closed.