Borneo Adventure
Barcode Scanner

Lebih 1000 Muslim Di Filipina Selatan Tewas Terbunuh

Salah satu pembantaian kelompok muslim di Filipina selatan

Salah satu pembantaian kelompok muslim di Filipina selatan

Lebih dari seribu gerilyawan Muslim dibunuh di Filipina selatan selama tahun lalu, meskipun hanya ditemukan 278 jasadnya, kata seorang juru bicara militer Filipina Sabtu.

Letkol Jonathan Ponce juga mengatakan, dia tahu banya 22 tentara yang tewas dalam pertempuran, meskipun klaim-klaim yang dilontarkan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) mereka menewaskan 500 tentara dalam serangannya baru-baru ini.

Pada Agustus, tiga komandan MILF mengagalkan gencatan senjata 2003 dan mulai menyerang masyarakat Kristen di Mindanao, setelah Mahkamah Agung negara itu menghentikan draft persetujuan mengenai pemerintahan Muslim di Filipina selatan.

Di Manila, juru bicara pasukan angkatan bersenjata Letkol Romeo Brawner sebelumnya menyatakan, bahwa korban tewas militer dibanding pemerontak `tidak mencapai seratus orang.`

Tidak bisa terelakan korban di pihak sipil yang tidak berdosa

Tidak bisa terelakan korban di pihak sipil yang tidak berdosa

Berbicara saat patroli militer di Banasilan, di Mindanaoi tengah, Ponce menunjuk posisi MILF berada di perbukitan. Meskipun mengetahuinya, Ponce mengatakan kepada AFP, bahwa pihak militer tidak aktif menyerang mereka.

“Kami berada dalam sikap bertahan. Kami tidak melakukan operasi-operasi serangan. Kami hanya mengadakan operasi-operasi penegakan hukum,” ujarnya.

Bentrokan senjata terakhir terjadi lima hari lalu, meskipun sejak itu terjadi beberapa serangan bom dan mortir, kata Ponce.

“Jika MILF menyerang penduduk sipil … itu adalah saatnya kami melakukan serangan balasan,” ujarnya.

Badan-badan bantuan internasional mengatakan, bahwa lebih dari setengah juta penduduk sipil terlantar akibat pertempuran yang dimulai Agustus lalu.

Namun demikian banyak warga sipil yang telah kembali ke rumah mereka dalam beberapa pekan terakhir ini. Beberapa ratus lainnya masih berada di pusat-pusat pengungsi karena takut serangan MILF, kata Ponce.

MILF beranggotakan 12.000 tentara melakukan pemberontakan separatis sejak 1978 untuk membentuk negara Islam di wilayah selatan Filipina, yang sebagian besar penduduknya Muslim. (Banjarmasin Post)

Filed Under: Ruang Berita Terkini

Toko Barcode

Comment using your Facebook

RSSComments (11)

Trackback URL

Comments are closed.