Ciuman Si Abang Bakso Berbuah Masuk Bui
mesin kasir | Jul 05, 2009 | Comments 0

Abang bakso genit, maunya bercanda tapi masuk penjara
SEBAGAI tukang bakso, sah-sah saja bila Samiyo, 50, mencium-cium daging bahan bakso, untuk diketahui kadar kesegarannya. Tapi ketika dia mencium daging pipi gadis Rini, 17, jadi urusan polisi. Sebab setelah prawan semengit (baca: ABG) itu menyumpah-nyumpah, Samiyo memukulnya pakai sapu berulang kali.
Di perusahaan rokok ada pegawai (tester) yang tugasnya hanya mencium-cium tembako yang siap diolah jadi rokok. Meski pekerjaannya hanya cium-cium tembakau, tapi gaji mereka lumayan tinggi. Sebab berkat ketajaman hidungnya tersebut, produksi rokok pabrik itu menjadi memiliki rasa yang standar. Konsumen kemudian akan mengisapnya dengan mantap. Begitulah gaya pria punya selera.
Samiyo warga Kelurahan Kepatihan kota Tulungagung, juga punya kebiasaan mencium-cium daging untuk diolah jadi bakso. Dia sangat tahu mana daging sapi yang masih segar, daging agak busuk dan daging yang berasal dari sapi glonggongan.
Maklum lah, bakso keliling yang dia jajakan selama ini, baksonya dia bikin sendiri agar mutunya menjadi lebih bagus. Sebab bakso keluaran home industri, kebanyakan hanya jualan tepung. Campuran terigunya lebih banyak daripada daging sapinya.
Bakso Samiyo memang enak, sehingga selalu ditunggu para pelanggannya. Ketika gerobak baksonya melintas dengan bunyi ting ting ting sebagai alat promosinya, pelanggan pun berebut.
Maka bakso Samiyo tak sampai sore juga sudah habis diserbu langganan. Banyak para ABG yang kecewa, ketika mereka sudah lama menunggu bakso Samiyo, ternyata bakso itu keburu habis. “Tinggal “bakso”-ku saja, mau mbak….?” Kata Samiyo suka bercanda.
Canda itu sudah sering dilontarkannya, sehingga bagi para pelanggannya, itu bukan lagi dianggap sebagai pelecehan. Cuma tak semua pembeli bakso Samiyo akrab dengan canda semacam itu. Termasuk gadis Rini yang masih satu kampung dengannya.
Seperti beberapa hari lalu misalnya, saat Samiyo melintas dekat rumah Rini, kebetulan dagangan baksonya telah habis. Maka ketika gadis ABG itu menanyakan baksonya, enteng saja dia bercanda. “Garek “bakso”-ku, gelem gak (tinggal bakso saya, mau nggak)?”.
Ternyata Rini tersinggung dengan canda itu, sehingga dia mengumpat. Samiyo pun jadi gemes, sehingga berusaha mencium pipi Rini dengan masih nada bercanda. “Ayu-ayu kok gampang nesu, ilang ayumu nduk (cantik-cantik kok pemarah, mengurangi kecantikanmu).
Perawan semengit itu menjadi bertambah marah. Dia memaki-maki Samiyo lengkap dengan menyebut semua hewan di bon-bin Wonokromo Surabaya. Dari celeng, anjing sampai babi yang kena flu, semua diabsennnya.
Sebagai lelaki tua dimaki-maki bocah kemarin sore, Samiyo jadi bangkit pula emosinya. Dia ambil sapu lidi, dan tangkainya dipukulkan ke tubuh Rini beberapa kali. Gadis itu menjerit-njerit ketakutan. Urusan pun jadi memanjang. Keluarga si gadis tak terima akan ulah si tukang bakso.
Samiyo dilaporkan ke Polres Temanggung dengan tuduhan ganda: pelecehan seksual dan penganiayaan. Dari pasal 352 HUHP saja, tukang bakso kurang kerjaan itu bakal kebagian ancaman 3 bulan penjara.
Apes Samiyo, sekali putaran dapat dua hukuman. (pos kota)
Artikel Menarik Lain:
Filed Under: Ruang Berita Suka Suka




