Meskipun Rakyat Lapar, Korut Pesta Rudal Tantang Amerika
mesin kasir | Jul 07, 2009 | Comments 1

Meskipun rakyat Korea Utara rata rata berada dibawah garis kemiskinan dan kelaparan pemerintah Korea Utara tetap mengadakan uji coba rudal rudal dan nuklirnya bahkan pada saat hari kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli lalu. Wah berani benar yah Korut kalau saja negara ini di perlalukan oleh Malaysia seperti di Ambalat mungkin sudah habis tuh provokasi kapal perang Malaysia.
Korea Utara telah menghabiskan sekitar $700 juta sepanjang tahun ini. Uang sebanyak itu bukan dihambur-hamburkan begitu saja, akan tetapi dipergunakan untuk mengadakan uji coba nuklir dan peluru kendali, jumlah dana yang dihabiskan untuk uji coba persenjataan tersebut sebenarnya cukup untuk memecahkan masalah kekurangan pangan yang melanda negara komunis tersebut, setidaknya untuk jangka waktu dua tahun. Demikian dilaporkan oleh media dari Korea Selatan pada hari Senin (6/7) kemarin.
Angka tersebut sudah termasuk perkiraan biaya sebesar $43 juta untuk melakukan uji coba peluncuran lima rudal Scud dan dia roket Rodong pada hari Sabtu lalu, demikian kata sejumlah pejabat pemerintahan yang dikutip oleh harian Chosun Ilbo.

Bentuk rudal seperti ini sangat dimengerti oleh Amerika
Uji coba terakhir, dilakukan bertepatan dengan [perayaan hari kemerdekaan AS], dilihat sebagai sebuah pembuktian keseriusan tantangan terhadap AS karena Korea Utara tetap tidak menggubris sanksi yang dijatuhkan oleh PBB yang ditujukan untuk menghentikan pengembangbiakan program nuklir dan peluru kendali negara tersebut.
Sebagai tambahan, diperkirakan bahwa uji coba nuklir yang dilaksanakan pada tanggal 25 Mei lalu – uji coba kedua yang pernah dilakukan oleh negara komunis tersebut – menelan biaya sebesar $300-400 juta.
JoongAng Ilbo juga menuliskan perkiraan angka yang serupa. Namun kedua harian tersebut sama-sama tidak memberikan metodologi dari penghitungan biaya tersebut.
Chosun mengutip ucapan seorang pejabat yang mengatakan bahwa Korea Utara sebenarnya bisa saja membeli satu juta ton beras di pasaran internasional senilai $300 juta.
“Beras sebanyak itu tentu saja bisa memecahkan masalah kekurangan pangan Korea Utara setidaknya selama satu tahun,” kata pejabat tersebut.
Program badan pangan dunia PBB menyatakan bahwa berdasarkan sebuah studi yang dilakukan tahun lalu, hampir sembilan juta warga Korea Utara – lebih dari sepertiga dari keseluruhan penduduk negara tersebut – diperkirakan tengah berada dalam jerat kelaparan dan membutuhkan bantuan pangan. Masalah kelaparan di Korut] memang seakan telah menjadi sejarah, namun ironisnya para pemimpin negara tersebut hidup bergelimang harta.

Ini merah bukan taman bunga namun ribuan tentara Korea utara yang upacara menyambut keberhasilan rudal mereka
Peluncuran pada hari Sabtu lalu merupakan penembakan senjata balistik yang terbesar sejak Korea Utara menembakkan sebuah roket Taepodong-2 dan enam roket yang berukuran lebih kecil pada tahun 2006 lalu, yang juga dilakukan pada tanggal 4 Juli waktu AS.
Wakil presiden AS, Joseph Biden pada hari Minggu (5/6) lalu menyebut bahwa peluncuran peluru kendali tersebut adalah tindakan mencari perhatian semata, apalagi serangan ancaman yang mereka teriakkan di telinga AS hanya gertakan sambal. Dia menambahkan bahwa fokus utamanya adalah untuk semakin mengisolasi Korea Utara.
“Kami terlah berhasil dalam merangkul negara-negarayang paling penting bagi Korea Utara untuk bersedia menempuh jalan yang sama dengan kami untuk mengisolasi Korea Utara,” kata Biden kepada saluran televisi ABC, ucapannya tersesbut merujuk pada Rusia dan China.

Salah seorang anak miskin di Korut yang mengais makanan
Negara-negara tersebut sebelumnya selalu menolak untuk mendukung sanksi tegas yang dijatuhkan terhadap Korea Utara, namun – diluar kebiasaan – keduanya mendukung sanksi terakhir yang disetujui pada tanggal 12 Juni lalu.
Para pejabat AS dan Korea Selatan meyakini bahwa pemimpin Korea Utara yang tengah sakit-sakitan, Kim Jong-Il, 67, tengah berusaha memamerkan kekuatan untuk memperkuat posisinya di pemerintahan karena dia tengah merencanakan sebuah suksesi kekuasaan yang melibatkan putra bungusnya, Jong-Un.
Berbicara di hadapan kamera CBS pada hari Minggu lalu, komandan tertinggi militer AS mengeluhkan mengenai rezim Korea Utara yang perilakunya tidak dapat ditebak.
“Saya amat yakin dengan kemampuan pertahanan kami, bahwa AS dapat melindungi segala hal yang berhubungan dengan kepentingannya, termasuk rakyat dan wilayah kekuasaan kami,” kata kepala staf gabungan, Mike Mullen.
“Yang saya khawatirkan adalah tingkah Korea Utara dan pemerintahannya yang tidak dapat diduga,” pungkas laksamana Mullen..
Filed Under: Ruang Berita Terkini





