Bila SBY 2009-2014, Lalu 2014 Kesatria Mana Yang Melanjutkan?
mesin kasir | Jul 09, 2009 | Comments 3

Siapa yang lanjutkan 2014? mulailah sekarang bukan 5 tahun lagi
Secara aturan konstitusi masa jabatan presiden RI adalah 2 periode sebagaimana aturan yang sama diberlakukan di Amerika Serikat. Hal tersebut dimaksudkan karena pengalaman kita pada masa terdahulu ketika kita dipimpin 2 Presiden dengan masa kepemimpinan yang sangat panjang dan bisa melahirkan rezim ditaktor dimana kepemimpinan bersifat absolut dan susah di kontrol aleh konstitusi.
Perhitungan hasil pemilu pilpres 2009 belum di rilis KPU, namun bila kita berpatokan pada hasil survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei hampisr seluruhnya mencapai angka diatas 50 persen untuk pasangan SBY-Boediono dimana ketentuan konstitusi layak dilaksanakan pilpres hanya satu putaran dan seakan menjadi referensi bahwa salah satu capres yaitu SBY-Boediono bakal menjadi pemimpin pemerintahan negeri ini 5 tahun kedepan.
Bila memang akhirnya resmi SBY akan menjadi presiden kita 5 tahun kedepan maka inilah periode terakhir masa kepemimpinannya, karena tidaklah mungkin SBY akan Lanjutkan kembali 2014. Saat ini menurut Anda semua siapakah yang layak melanjutkan SBY 5 tahun mendatang? pertanyaan tersebut bukan berarti orang yang melanjutkan SBY harus dari Parpol atau haluan politik pendukung SBY sekarang, karena melanjutkan pembangunan negeri ini secara berkesinambungan adalah penting, artinya program program yang kita nilai sudah bagus dan sukses terus dilanjutkan dan program yang kurang atau harus dilahirkan untuk menambah dan menyempurnakan kebijakan yang sudah ada bisa ditambahkan.
Sering kali pola ganti kepemimpinan kita di level menengah pemerintahan bila ganti pemimpin maka ganti program. dan ini sama halnya bila kita harus merestart ulang suatu program dari nol.
Kenapa saya tulis judul Kesatria Mana Yang Melanjutkan, karena saya sebagai rakyat kecil hanya berharap agar pemimpin kita di masa depan adalah seorang kesatria bukan seorang pendendam yang hanya mampu menggantikan pemerintahan dengan menjelek jelekan pemerintahan terdahulu, tapi berpikir dengan pola pikir kesatria untuk membawa bangsa ini jauh lebih baik dimasa mendatang.
Idealnya saat inilah waktu yang tepat untuk siapa saja yang mau jadi Presiden Indonesia tahun 2014 memulai programnya, karena untuk menjadi pemimpin perlu suatu proses panjang tidak cukup dengan pencitraan sesaat hanya dengan iklan dan selogan selogan jargon yang sifatnya sangat normatif sebagaimana kecap pasti no 1.
Presiden Indonesia tahun 2014 harus merancang semua programnya mulai sekarang baik dari bagaimana dia belajar menjadi pemimpin yang mampu mengayomi semua lapisan masyarakat dari haluan politik manapun dan golongan manapun, memiliki jiwa kepemimpinan dan nasionalis yang bagus. Diantara Capres ataupun Cawapres yang ada sekarang diluar SBY-Boediono sebetulnya saya yakin ada yang mampu untuk itu, kalaupun harus dari orang lain diluar dari mereka sebaiknya mulailah dari saat ini untuk belajar memimpin dan menjadi kesatria.
Ingat mengkritisi pemerintah saja tidaklah cukup untuk bekal menjadi seorang pemimpin karena secara kultur masih banyak masyarakat Indonesia kurang senang dengan watak pemimpin yang bisanya cuma menyerang lawan politiknya. Belajarlah dari kejadian yang sudah terjadi untuk Anda bisa mempersiapkan diri menjadi kesatria Indonesia di masa depan.
Salah satu watak kesatria adalah bejiwa besar dan mau mengakui keunggulan dari lawan bila dirinya terkalahkan dengan lawan. Pencitraan singkat kurang bisa dimengerti rakyat, lakukanlah pencitraan mulai dari sekarang agar masyarakat Indonesia yang sangat dominan menilai figur ini bisa melihat figur Andalah yang berkenan dihati mereka.
Semoga Pemilu 2009 secara menyeluruh berakhir dengan damai dan menelurkan bukan hanya pemimpin saat ini tapi juga kader pemimpin setelah yang memimpin saat ini tidak mejadi pemimpin kembali. Selamat Berjuang kami menantikan kesatria untuk memimpin kami diamasa depan.
Artikel Menarik Lain:
Filed Under: Ruang Berita Politik • Ruang Hatiku




