Borneo Adventure
Barcode Scanner

Dampak Bom Marriott-Ritz Carlton Bagi Mega, JK dan Antasari

dampak Bom Ritz Carlton JW Marriott

dampak Bom Ritz Carlton JW Marriott

Ledakan bom di Mega Kuningan, Jakarta, merugikan kubu Mega-Prabowo dan JK-Wiranto yang tengah gencar menggugat isu kecurangan pilpres ke ranah hukum. Teror bom itu membuat seluruh bangsa berduka dan kembali berkonsentrasi menghadapi bahaya terorisme. Masih adakah perhatian publik pada isu kecurangan pemilu?

Para analis menyatakan, kasus penembakan di Timika, Papua, terbukti tak cukup kuat untuk mengalihkan isu kecurangan Pilpres 2009. Tapi, dengan ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carltron, Mega Kuningan, Jakarta, praktis isu kecurangan pilpres langsung dilupakan rakyat.

“Ini kerugian besar bagi kubu Mega-Prabowo dan JK-Wiranto yang mau mengusung isu kecurangan pemiu presiden ke ranah hukum. Perhatian publik akan bergeser ke isu bom Mega Kuningan Jakarta itu,” kata pengamat politik Tisnaya Kartakusuma.

Pihak Istana mengutuk ledakan yang meluluhlantakkan di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton itu. Andi Mallarangeng, juru bicara kepresidenan, menyatakan ledakan bom ini musuh bersama bagi kita semua. “Siapa pun yang mempunyai akal sehat dan nurani, pasti mengutuk semua ini,” katanya.

Siang ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima laporan jajaran kementerian politik, hokum, dan keamanan. Sementara di lokasi kejadian, petugas dari Polri menyisir dan mencari bukti-bukti untuk mengungkap misteri di balik teror ini.

Semula pagi ini Presiden SBY juga berniat mendatangi langsung TKP. Namun niat itu segera dibatalkan dengan alasan situasi di seputar Mega Kuningan sangat tidak kondusif. Para analis di Jakarta mencatat, serangan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton itu terjadi hanya sehari setelah analis keamanan Australia mengingatkan kemungkinan kelompok Jemaah Islamiyah (JI) akan beraksi lagi.

Dalam laporan yang dirilis 24 jam sebelum ledakan bom JW Marriott dan Ritz Carlton itu, disebutkan bahwa serangan bom seperti bom Bali kemungkinan besar akan terjadi lagi. Sebab banyak anggota JI yang telah bebas dari penjara.

Analis keamanan Australia, Dr Carl Ungerer, dari ASPI dan Noor Huda Ismail, direktur Lembaga International Institute for Peacebuilding di Jakarta, menyatakan bahwa lebih dari 100 pengikuti JI telah dibebaskan dari penjara. “Eksekusi tiga pelaku bom Bali pada 9 November 2008 lalu mungkin mendorong kelompok JI beraksi kembali,” kata Noor Huda.

Menurut dia, hukuman mati atas Imam Samudra, Mukhlas, dan Amrozi oleh skuad tembak jelas tidak akan menghentikan penyebaran ideologi kekerasan mereka. Kelompok JI disebut Polri berada di balik serangan bom Bali Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.

Dengan isu terorisme ini, kata Tisnaya, maka isu kecurangan dan ketidaknetralan KPU dalam melaksanakan Pilpres 2009 bakal membeku.

“Konsentrasi bangsa ini beralih ke soal keamanan. Bom menjadi kecemasan umum yang sangat mengganggu. Ini isyarat bahwa pemerintahan SBY gagal menegakkan keamanan. Apakah ini isyarat bagi tawar-menawar para elite soal pilpres kali ini? Ada yang menduganya begitu,” kata Tisnaya, alumni Universitas Sorbonne, Paris, itu.
Penyidikan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen, dengan tersangka Antasari Azhar, diperkirakan terhambat oleh ledakan bom di Jakarta pada Jumat (17/7) pagi.

“Bagaimana pun konsentrasi orang (penyidik) ke sana (JW Marriott dan Ritz-Carlton),” kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum Abdul Hakim Ritonga, di Jakarta, Jumat.

Abdul Hakim mengatakan, sampai sekarang belum menerima penyerahan tahap dua (berkas dan tersangka) lima eksekutor PT PRB tersebut. “Kalau belum ada, ya masih di sana,” katanya. Sedangkan berkas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif itu sudah dikembalikan kepada pihak penyidik.

Antasari Azhar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Dalam kasus tersebut, Kombes Wiliardi Wizar (mantan Kapolres Jakarta Selatan) dan Sigit Haryo Wibisono (pemilik media cetak nasional) juga ditetapkan sebagai tersangka.( Inilah/ KCM)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita PolitikRuang Berita Terkini

Comment using your Facebook

RSSComments (5)

Trackback URL

Comments are closed.