Otak Bom Marriott-Ritz Carlton Mengarah Pada Warga Malaysia
mesin kasir | Jul 19, 2009 | Comments 3

Aktor Intelektual Mengarah pada Noordin M Top
Buronan asal Malaysia yang selama ini dicari karena terlibat serangkaian teror, disebut sebagai otak pemboman hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta.
AFP melaporkan, pihak berwenang sedang memeriksa DNA dari dua tersangka pelaku pemboman bunuh diri itu serta peledak yang ditemukan di “pusat kendali” para pelaku di kamar hotel JW Marriott.
Ketua Desk Antiteror Kementerian Politik Hukum dan Keamanan Ansyaad Mbai kepada AFP mengemukakan bahwa bukti-bukti menunjuk kepada Noordin Mohammed Top, kelahiran Malaysia yang selama ini dicari aparat karena serangkaian serangan teror.
“Ada petunjuk kuat bahwa kelompok Noordin Top berada di belakang serangan karena bomnya rakitan dan taktiknya adalah bom bunuh diri,” kata Ansyaad Mbai.
AFP mencatat serangan bom yang terjadi pada hari Jumat pagi di kawasan Mega Kuningan itu merupakan yang ke-4 kali diduga dilakukan Noordin Top.
Buronan itu diduga menjadi dalang peledakan hotel JW Marriott Jakarta pada tahun 2003, Kedubes Australia pada tahun 2004 dan restoran di Bali tahun 2005 dengan jumlah korban jiwa lebih dari 40 orang.

Penyidikan Puslabfor mabes Polri di TKP Bom Meledak
Para penyelidik juga menemukan satu bom yang tidak meledak serta bahan-bahan pembuatan bom di kamar 1808 JW Marriott. Aparat yakin kamar itu menjadi pusat operasi para pelaku.
AFP mengutip keterangan aparat bahwa pelaku pemboman bermalam dua hari sebelum beraksi dan mereka menyamar sebagai tamu untuk menuju tempat makan dan meeting lalu meledakkan koper.
Bom tersebut juga berisi paku, gotri, baut, untuk memaksimalkan kerusakan.
Polisi mengemukakan bom tersebut “identik” dengan yang digunakan dalam serangan-serangan oleh Jihad Islam. Bom itu juga sama dengan bom yang ditemukan saat penggerebekan pada pekan lalu di Jawa Tengah.
Noordin Top merupakan orang yang paling dicari oleh polisi Indonesia berkenaan dengan ledakan bom di Bali di tahun 2002 dan 2005, dan serangan-serangan di Indonesia lainnya.
Sedikitnya delapan orang, termasuk dua pembom bunuh diri tewas dalam ledakan bom di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott.
Paling sedikit separuh dari korban yang meninggal adalah warga asing, namun belum sepenuhnya bisa diidentifikasi.
Menurut juru bicara Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna korban meninggal dalam insiden ini sebanyak delapan orang meskipun sebelumnya dikatakan sembilan orang.
Korban meninggal yang sudah diidentifikasi dilaporkan adalah Timothy D Mackay dari Selandia Baru, Nathan Verity dari Australia, Garth Macevoy dari Australia, Arnold dari Singapura dan Darmanto dari indonesia.
Polisi masih memeriksa hasil DNA dan bukti lain guna mengidentifikasi siapa saja yang berada di belakang serangan.
Kepala Desk Anti Teror di Kantor Menkopolkam, Ansyaad Mbai, dalam wawancara dengan BBC mengatakan dia percaya bahw Nurdin berada di belakang serangan ini.
Nurdin selama ini diduga sebagai penyandang dana bagi kelompok militan Jemaah Islamiyh namun sekarang diduga membentuk kelompok sempalan sendiri.
Menurut polisi, bom yang digunakan dalam serangan hari Jumat berisi paku, besi dan metal lainnya, hal yang biasanya digunakan dalam serangan Jemaah Islamiyah sebelumnya.
Mbai memperkirakan bahwa motif dari serangan tersebut adalah guna mempermalukan pemerintah Indonesia di saat Indonesia menikmati stabilitas yang lebih besar, setelah tidak adanya serangan dalam hampir 4 tahun terakhir.
Para penyidik menemukan sebuah bom yang belum meledak, dan bahan peledak lainnya di dalam kamar 1808, tempat yang digunakan oleh para pelaku serangan untuk menginap dan merencanakan serangan.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa seorang pembom bunuh diri ini yang mengenakan topi, membawa sebuah tas memasuki restoran di hotel JW Marriot yang diikuti dengan ledakan.
Pengamanan berbagai tempat di Indonesia telah ditingkatkan dengan 500 tentara sekarang ditempatkan di jalan-jalan guna membantu polisi.
Bahu membahu
Selain seorang earga Selandia Baru, dan dua warga Australia yang tewas dalam ledakan, seorang diplomat Australia Craig Senger, yang juga sedang berada di salah satu hotel tersebut diperkirakan juga meninggal.
Sedikitnya 17 warga asing terluka dalam insiden ini, termasuk delapan warga Amerika.
Warga negara asing lainnya termasuk dari Australia, Kanada, Hong Kong, India, Italia, Belanda, Norwegia, Korea Selatan dan Inggris.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi lokasi kejadian hari Sabtu, dan sebelumnya mengutuk serangan “keji dan tidak berperikemanusiaan.”
Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith hari Sabtu tiba di Jakarta, guna membantu Indonesia mencari pelaku serangan.
Smith mengatakan Australia akan bahu membahu dengan Indonesia dalam
menangani terorisme.
“Ini menunjukkan bahwa kami siap, bersedia dan mampu membantu apapun yang dikehendaki oleh Indonesia, dan juga menunjukkan bahwa dalam menangani masalah terorisme.”
“Kami sepakat dengan Indonesia untuk mengutuk tindakan ini dan juga berusaha keras ntuk membawa pelakunya ke meja hukum. Kami juga berbelasungkawa dengan para korban dalam tragedi mengerikan ini.” kata Stephen Smith.
(Antara/BBC)
Filed Under: Ruang Berita Terkini





