Borneo Adventure
Barcode Scanner

Putri Raja Saudi Minta Suaka Ke Inggris Karena Terancam Hukum Mati Akibat Zinah Dengan Pria Inggris

Hukuman rajam  dan hukuman mati yang dilakukan di Saudi Arabia pada pelaku zinah

Hukuman rajam dan hukuman mati yang dilakukan di Saudi Arabia pada pelaku zinah

Seorang putri kerajaan Arab Saudi yang telah memiliki anak haram dengan kekasihnya seorang pria Inggris telah diberikan suaka oleh Inggris karena sang putri
kuatir untuk kembali ke negaranya Arab Saudi dimana dia akan menghadapi hukuman mati dengan dalil melakukan perzinahan dengan pria bukan mukhrimnya

Putri yang sebetulnya sudah menikah dengan salah satu anggota keluarga kerajaan Saudi ini diberikan status pengungsi oleh Inggris. Dia memohon kepada hakim untuk memberikan status tersebut dan bila tidak maka hakim harus bertanggung jawab
akan kematiannya bila ia di hukum rajam kelak di negaranya.

Sang putri sebelumnya pernah berkunjung ke Inggris dan berjumpa dengan kekasih prianya lalu sang putri pun hamil di tahun berikutnya. Namun ada kekuatiran di kalangan keluarga pria sehingga pelariannya ke Inggrispun di rahasiakan dari publik.
Masalah ini di kuatirkan bisa membuat hubungan kedua negara ini tidak baik. Namun sang putri mengajukan upaya pengampunan (naik banding).

Secara hukum sang putri ini akan dirajam dengan dilempari batu sampai mati bila ia kembali ke negaranya.
Selain dihukum rajam kemungkinan lain yaitu dilakukan pemenggalan kepala dan hukuman gantung.

Terdapat sekurang kurangnya 102 eksekusi hukuman mati dalam setahun baik laki laki maupun wanita, namun pelaksaaan eksekusinya bertahap dilakukan setelah vonis dijatuhkan.
Sejak tahun 1990 40 wanita telah di eksekusi

Amnesti Internasional mencatat hal tersebut dalam satu tahun terakhir banyak wanita yang telah di eksekusi dengan hukuman pancung dengan lemparan batu
karena kasus perzinahan.

Raja Abdullah I yang berkunjung ke Inggris dan di kritik akan hukuman mati

Raja Abdullah I yang berkunjung ke Inggris dan di kritik akan hukuman mati

Berbagai kritikan tertuju pada pihak pemerintah kerajaan Saudi tentang hukuman ini.

Pada tahun 1977 Mishaal binti Fahd berusia 19 tahun putri raja Fahd telah dijatuhi hukuman tembak di kepala

Sejauh ini beberapa kasus serupa menjadikan hubungan antara kerajaan Saudi Arabia menjadi renggang dengan inggris, di setiap kali kunjungan Raja Saudi, yang terakhir disaat raja Abdullah II berkunjung ke inggris disambut oleh demo
para demonstran yang menilai banyak catatan pelanggaran hak asasi manusia dilakukan oleh pihak Saudi Arabia terutama terkait dengan hukuman mati yang dinilai mereka kejam dan melanggar hak asasi.
(dailymail)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Terkini

Comment using your Facebook

RSSComments (1)

Trackback URL

Comments are closed.