Borneo Adventure
Barcode Scanner

Edan, Obat Bekas Di Suntikan Ke Pasien Puskesmas

Sisa obat disuntikan pada pasien

Sisa obat disuntikan pada pasien

Seorang perawat di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, diduga telah memberikan obat injeksi kedaluwarsa pada pasien diare.

“Injeksi yang diberikan pada anak saya kemungkinan adalah obat sisa. Itu terlihat dari warna cairan yang disuntikkan, yakni keruh kekuning-kuningan,” kata Susi, orang tua pasien, warga Dusun Tanggungan, Desa Keleyan, Socah, Senin (20/7).

Susi menjelaskan, kasus dugaan pemberian obat sisa itu bermula ketika putrinya, Aira (15 bulan) sakit diare. Kemudian ia membawa putrinya ke puskesmas Socah untuk mendapatkan pengobatan. “Sesampainya di sana, anak saya disuntik oleh perawat. Namun cairan obat yang dimasukkan dalam suntikan tersebut warnanya keruh,” tutur Susi.

Karena kondisinya parah, sambung Susi, perawat menyarankan agar pasien dirujuk ke RSUD Kabupaten Bangkalan. Namun, pihak keluarga meminta supaya pasien dirawat di puskesmas. “Kami minta dirawat di puskesmas saja karena lokasinya dekat dengan rumah. Tapi, perawat tidak membolehkan dengan alasan tidak ada tempat. Padahal, masih ada tempat tidur yang kosong,” ujarnya.

Ia akhirnya menuruti saran perawat dan membawa anaknya ke RSUD. Namun keluarga pasien diminta untuk melunasi biaya administrasi sebesar Rp 190.000.    “Dalam nota tertulis ada obat jenis novalgen dan ulsikor. Padahal, putri saya tidak diberi obat apapun, selain disuntik dan diinfus,” ucapnya.

Setiba di RSUD Bangkalan dan berkonsultasi dengan dokter jaga, Susi mengaku baru mengetahui cairan obat yang disuntikkan kepada anaknya saat di puskesmas adalah obat sisa, karena warnanya keruh, tidak seperti kondisi di RSUD Bangkalan. (Kompas)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Kesehatan

Comment using your Facebook

RSSComments (3)

Trackback URL

Comments are closed.