Nasib Tragis TKI Yang Hidupi 3 Anak, Tewas Dibakar Majikan
mesin kasir | Jul 24, 2009 | Comments 2
Nasib Atin Suprihatin, 34, persis seperti namanya, yang penuh prihatin. Kepedihan hidup terus menderanya. Tak putus dirundung malang, begitulah nasib yang ditanggung dan menjadi suratan hidupnya.

Nasib malang Atin, sudah ditinggal minggat suami, wanita yang menafkahi 3 anak ini harus tewas dibakar majikan
Mula-mula warga Jl. Simpang Tiga, Darwati, Rancasari, bandung, ini ditinggal Henhen, sang suami asal Cianjur, tahun 2005 lalu. Pontang-panting dia harus menghidupi 3 anak. Peruntungan nasib dipertaruhkan olehnya, setelah melihat rekan-rekannya sukses, dengan mendaftar sebagai TKW September 2007 lalu, dan berangkat ke Arab Saudi. Tak dinyana, ajal lah yang menjemputnya.
Lebih naas lagi, ”Meski Ati diberitakan sudah meninggal, tapi sang suami belum pernah datang ke Bandung. Padahal dia belum menceraikannya,” kata Karmini, 62, ibunda Ati dengan nada perih.
JENAZAH TERTAHAN 2 BULAN
Tak hanya sampai di situ derita yang dialami Atin. Selama bekerja dia tak pernah mengirimkan hasil untuk 3 anak yang dititipkan kepada neneknya. Gajinya yang 19 bulan tertahan oleh perusahaan yang mengirimkannya.
Selain itu, bahkan jasadnya yang tertahan di negeri petro dollar itu, hingga belum jelas kapan dipulangkan ke Tanah Air. Sudah dua bulan keluarga menanti, sejak dipastikan Atin meninggal.
Di Tanah Air, di Bandung, setiap malam, keluarga Atin terus menggelar pengajian untuk mendoakan almarhumah . “Sudah dua bulan kami menggelar pengajian yasinan . Rencananya yasinan akan berakhir hingga jasad almarhumah tiba di Bandung,” kata Karmini,62, ibu kandung almarhum.
Karmini menegaskan, kabar kematian anaknya di Riyadh akibat luka bakar di sekujur tubuhnya didengarnya 24 Mei 2009 lalu. Tak jelas luka bakar lantaran kebakaran atau dianiaya. Yang pasti, saat ktu itu pihaknya belum percaya sepenuhnya jika anaknya tewas.
Meski masih diselimuti keragu-raguan, kata Karmini, pengajian itu langsung digelar untuk mendoakan alamarhumah. “Setelah menunggu dua bulan, baru sepekan ini ada kabar kalau Atin benar sudah meninggal dan kini ada di RS Riyadh,” katanya.
Karmini, sempat mengutus pihak keluarga berangkat ke Riyadh. Hasilnya, positif jasad yang ada di rumah sakit Riyadh adalah Atin yang berangkat menjadi TKW September 2007 lalu.
Dengan adanya kabar tersebut, Karmini mengaku sudah seratus persen percaya kalau anaknya meninggal sesuai dengan kabar yang dibawa pihak perusahaan PT Gapura Duta Persada yang memberangkatkan TKW ini. Kapan datangnya jasad almarhum belum pasti. Mayat korban penganiayaan ini masih diotopsi di rumah sakit.
“Mudah-mudahan jasad itu akan tiba dua pekan ini,” harap Karmini.
SURAT WASIAT
Karmini, 62, telah mempersiapkan segalanya untuk menyambut jasad putrinya yang malang itu. Termasuk membuat surat kuasa atau surat ahli waris yang akan diberikan ke PT Gapura Dita Persada di Jakarta, , yang memberangkatkan almarhumah, ke negara itu.
Surat ahli waris untuk memberikan hak sekiranya almarhumah sudah menyerahkan sepenuhnya ke keluarga, termasuk pengurusan tiga anaknya. ” Semua permasalahan yang ada kaitannya dengan almarhum kami yang mengurus dan bertanggungjawab. Bahkan surat ahli waris pun menunjuk kami selaku pengurus anak almarhumah,” kata Karmini, kemarin.
Karena surat ahli waris sudah dibuat seminggu lalu, segala hak dan kewajiban almarhumah sudah diambil alih keluarga.
Langkah yang akan ditempuh dengan adanya surat ahli waris itu, Karminiakan mengurus jenazah, jika sudah tiba di Bandung. Langkah lainnya akan mendesak pihak perusahaan supaya secepatnya membayar gaji almarhumah selama 19 bulan.
” Selama dua tahun bekerja almarhumah belum digaji dan belum pernah mengirim uang. Kabar terakhir gaji itu ditahan pihak perusahaan,” kata dia.
Berdasar keterangan kata dia, gaji yang diterima almarhumah rata-rata sebulan Rp 2 juta. Jika belum digaji selama 19 bulan tinggal dikalikan saja.
” Jumlahnya cukup lumayan hampir mencapai Rp 40 juta. Uang itu akan digunakian biaya sekolah ketiga anaknya,” katanya. Selama ini ketiga anak almarhumah biaya hidupnya ditanggung keluarga Karmini.
Sementara, suami almarhum hingga kini tak pernah mengurus karena kabur ke Cianjur. (Poskota)
Filed Under: Ruang Berita Terkini





