Waduh, Kak Seto Dilaporkan Ke Polisi Menculik 2 Anak?
Ruang Hati | Sep 01, 2009 | Comments 16

Kak seto dituduk menculik anak?
Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal dengan Kak Seto, dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Selasa (1/9) siang terkait dugaan penculikan dua orang anak.
Selain Ketua Komisi Perlindungan Anak itu, Marita Gunawan,35 juga melaporkan anggota KPA lainnya, Rooestiningsih. Kepada polisi Marita mengatakan bahwa kedua orang tersebut diduga menculik anaknya, Immanuel,12, dan Rafael,7.
Kedua anaknya itu kata Martina terakhir terlihat di depan rumahnya di Perumahan Citra Garden II, Jakarta Barat sore hari 28 Agustus lalu. Setelah itu, mereka hilang.
Sementara itu Kuasa Hukum Martina, Pramudya SH mengatakan bahwa pihaknya mencurigai bahwa ada keterlibatan pengurus KPA dalam menghilangnya kedua anak klaiennya. Pasalnya, Martina memang pernah berselisih pengurusan anak dengan anggota KPA.
Bahkan KPA juga pernah melaporkan Martina ke Polres Jakarta Barat pada (25/8) terkait dengan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap kedua anaknya. Laporan tersebut dilakukan Rooestiningsih.
Secara terpisah dari pihak KPA melalui Sekretaris Jenderalnya, Aris Merdeka Sirait membantah tuduhan ini. Menurutnya pihak KPA tidak mengetahui keberadaan kedua anak tersebut.
Ia juga mengakui kedua anak tersebut sempat di rawat oleh KPA sejak 20 Februari 2009. Saat itu, Martina tengah dalam perselisihan kepemilikan anaknya dengan kekasih yang juga ayah biologis anak-anaknya, Lukas Lilik Santoso.
“Tapi bulan Maret sudah kami kembalikan lagi Martini karena hakim memutuskan demikian,” ujar Aris Merdeka yang dihubungi via telepon selulernya.
Sejak kejadian itu kata Sirait KPA tak lagi berurusan dengan Martini dan juga kedua anaknya. Lebih lanjut Aris mengatakan bahwa dia juga mendengar mendengar kalau kedua anaknya melapor ke Polres Jakarta Barat. Dalam laporannya itu menyebutkan tindak kekerasan yang mereka terima dari ibunya.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Sujudi Aryoseto mengakui informasi tersebut. Menurutnya, benar kedua anak itu adalah Immanuel dan Rafael. Mereka datang berdua saja menggunakan taksipada 28 Agustus malam. “Kepada petugas kedua anak ini mengaku kerap menerima pukulan dari ibunya,” kata Sujudi.
Kasat juga mengatakan kalau ibu kedua anak itu Martina bersama kuasa hukum datang keesokannya melaporkan kehilangan dua anak. “Kami menolak memberitahukan keberadaan kedua anak tersebut,”jelas Sujudi.
Anak itu mengaku takut ketemu ibunya. Maka dari itu pihaknya melakukan perlindungan sementara dengan pertimbangan psikologis kedua anak.
Sujudi mengatakan bahwa kedua anak tersebut tengah dititipkan ke sebuah panti anak-anak. Dimana tepatnya Sujudi enggan memberitahukan (Sumber
os Kota)
Artikel Menarik Lain:
Filed Under: Ruang Berita Suka Suka • Ruang Berita Terkini




