Hilal Terlihat di Cakung dan Sukabumi, Metode Hisab Besok Lebaran
Ruang Hati | Sep 19, 2009 | Comments 3

Hilal sudah terlihat di dua titik, Cakung dan Sukabumi
Dari 7 titik yang telah dipantau Departemen Agama (Depag), belum satupun berhasil melihat hilal. Kondisi cuaca menjadi kendala. 7 Titik tersebut adalah Semarang, Sukabumi, Pelabuhan Ratu, Gresik, Lamongan, Makassar, dan Kupang. Dari pemantauan di big screen di Depag, Sabtu (19/9/2009), untuk Lamongan, hilal belum terlihat karena terkendala hujan.
Sedangkan titik-titik lain juga belum kelihatan karena terhalang awan. Saat ini Depag masih terus memantau pergerakan hilal di berbagai titik pemantauan. Sidang Isbat untuk menetapkan 1 Syawal sendiri akan digelar pukul 19.00 WIB.
Sedangakan pemantauan hilal yang dilakukan di Cakung juga Sukabumi Jawa-Barat hilal sudah bisa terlihat, namun hingga tulisan ini di rilis sidang Isbat sidang Itsbat atau sidang penetapan awal bulan syawal 1430 H. Depag akan bekerjasama dengan Departemen Komunikasi dan Informasi, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kabag Humas Depag Pusat, Aprizal Zein mengatakan selain departemen terkait, Depag juga mengundang sejumlah ormas-ormas Islam, seperti Muhammadiyah, NU, dan ormas lainnya, juga tidak ketinggalan mengundang duta besar negara-negara Islam.
“Selain Menteri Agama, Menteri Kominfo, akan dihadiri juga Ketua MUI,” kata Aprizal Zein kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 19 September 2009.
Kalau untuk polanya di depag ini, tentunya, Depag menerima laporan dari 11 titik wilayah di Indonesia, dimana tempat tersebut mudah dilihat oleh teropong, diantaranya Pantai Barat Kupang, Ternate, Bosca Bandung, Lok-ngah Aceh, Pelabuhan Ratu, Condordipo Gresik.
Namun demikian, Depag belum bisa memastikan apakah 1 Syawal jatuh pada hari Minggu atau Senin. “Depab belum bisa memprediksi tetapi masiuh menunggu sidang Itsbat, dan sidang ini selesai magrib jelang malam,” tuturnya.
Anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Depag Cecep Nurwenda memaparkan tanggal 1 Syawal 1430 H atau hari raya Idul Fitri hampir dipastikan jatuh pada hari Minggu (20/9). Hal ini berdasarkan metode hisab yang dilakukah oleh pemerintah. Namun, hal ini belum dapat dijadikan patokan karena penetapan tanggal 1 Syawal dilakukan berdasarkan penghitungan hisab dan rukyat. “Kalau secara hisab, tanggal 1 syawal jatuh pada hari Minggu tanggal 20 September 2009. Tetapi masih perlu dilihat rukyat juga,” cetus Cecep, di Depag, Jakarta, Sabtu (19/9).
Hal senada disampaikan Menteri Agama Maftuh Basyuni. Menurutnya, dari laporan semua ahli hisab berpendapat bahwa tanggal 1 Syawal jatuh pada 20 September 2009. Demikian juga dengan metode secara Rukyat, yang hampir memastikan Hari Raya Idul Fitri bertepatan dengan hari Minggu besok. “Namun, ini masih harus dipastikan lagi karena masalahnya terkendala awan atau hujan. Ini akan kita tunggu nanti,” katanya. (Detik, TV One, Kompas,Vivanews)
Filed Under: Ruang Berita Terkini





