Borneo Adventure
Barcode Scanner

Lama Tak Ada Khabar, Ponari Kembali Ramai Pasien Saat Lebaran

Ponari yang sekian lama sunyi dari berita, kini ramai dikunjungi pasien lagi saat lebaran

Ponari yang sekian lama sunyi dari berita, kini ramai dikunjungi pasien lagi saat lebaran

Masih ingat dengan Ponari? Dukun cilik asal Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang yang pernah didatangi ribuan pasien hingga empat di antaranya meninggal dunia. Datangnya Lebaran kali ini ternyata dimanfaatkan oleh dukun yang ‘bersenjata’ batu petir ini mengobati pasiennya. Padahal sebelumnya, jadwal pengobatan yang ia lakukan tidak pasti. Hal itu tergantung jumlah pasien yang datang. Bukan hanya itu, jika dulu pasien bocah fenomenal ini mencapai ribuan, kini tidak lagi.

Perbedaan yang mencolok adalah, Ponari dan keluarganya tidak lagi tinggal di rumah berdinding bambu dan berlantai tanah. Kini bocah yang duduk di kelas III SD itu tinggal dirumah berdinding tembok dan berlantai keramik. Rumah mewah itu hasil jerih payahnya selama mengobati ribuan pasien.
“Sekarang setiap hari kerjaannya main PS (Play Station) bersama teman-temannya. Kalau main ya dirumah ini,” kata Khamsin, ayah ponari, di rumahnya, Rabu (23/9). Jika sebelumnya, pasien berangsur sepi, namun Lebaran kali ini berbeda. Puluhan orang masih mendatangi rumahnya yang baru. Sama dengan sebelumnya, kedatangan mereka untuk meminta celupan batu ‘sakti’ milik Ponari.

Sebagaian besar pasien yang datang adalah warga luar kota yang kebetulan berlebaran di Jombang. Sehingga kedatangan mereka sekaligus dimanfaatkan untuk berobat ke ramah warga Kedungsari tersebut.
Praktis, sejak empat hari terakhir ini, rumah berdinding putih dan berlantai keramik itu dipadati puluhan orang. Demikian juga Ponari, dalam mengobati ia digendong oleh pamannya. Sambil bergelantungan ia mencelupkan batu warna coklat ke gelas pasiennya.

Rusdianto,45, pasien asal Surabaya mengatakan, liburan Lebaran kali ini ia manfaatkan untuk berobat ke rumah Ponari. “Jadi sekalian mampir berobat kerumah Ponari,” kata pria yang mengaku mempunyai penyakit mag akut ini.
Warga Menaggal Surabaya ini menambahkan, sebelumnya ia belum pernah bertemu secara langsung dengan Ponari. Hanya pada saat anak pasangan Khamsin – Mukaromah ini dibanjiri pasien, ia pernah titip air ke tetangganya yang kebetulan berobat. Saat itu ia menderita sakit mata. Alhasil, setelah mengoleskan air hasil celupan batu Ponari, sakit mata yang ia derita bablas.

Ayah Ponari, yakni Khamsin menjelaskan, selama Lebaran ini anaknya tak bisa keluar rumah, karena banyak tamu yang berlebaran sekaligus meminta obat. Bahkan, kata Khamsin, untuk berlibur ke tempat wisata juga tidak sempat. Selain tidak ada kesmpatan, uang sedekah dari ribuan pasien sudah habis dibuat membeli tanah sekaligus membangun rumah baru. “Jadi kami sekeluarga hanya tinggal di rumah,” kata Khamsin. (Pos Kota)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Suka Suka

Comment using your Facebook

RSSComments (11)

Trackback URL

Comments are closed.