Borneo Adventure
Barcode Scanner

Dua Prajurit TNI Gagal Buka Perasut Saat Terjun Payung, 1 Prajurit Tewas, ALUTSISTA Usangkah Penyebabnya?

Memprihatinkan, lagi lagi kita kehilangan prjajurit TNI yang menjadi penjaga negeri ini dan siap mempertahankan bangsa ini dari  bahaya dan serangan musuh, salah satu prajurit terbaik kita telah meninggal dunia karena kecelakaan saat berlatih. Seorang penerjun Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), tewas dalam latihan terbang terjun payung. Pasalnya, parasut yang biasa digunakan untuk latihan, tidak berfungsi dengan baik.

Terjun Payung Yang dilakukan secra rutin dalam latihan prajurit TNI, kali ini memakan korban

Terjun Payung Yang dilakukan secra rutin dalam latihan prajurit TNI, kali ini memakan korban

Prada Riko (23 tahun), harus meregang nyawa dalam latihan rutin yang digelar di lapangan polisi udara pondok cabe. Saat melakukan latihan terbang yang dilakukan pukul 08.00 WIB, Jumat (9/10/2009), parasut yang biasa digunakannya dalam latihan tidak berfungsi. Prada Riko jatuh dari ketinggian 6.000 meter.

Masih amankan kondisi payung para anggota TNI tersebut digunakan, ini salah satu foto dari kondisi payung TNI, kok banyak yang sudah berlubang ya?

Masih amankan kondisi payung para anggota TNI tersebut digunakan, ini salah satu foto dari kondisi payung TNI, kok banyak yang sudah berlubang ya?

Korban menghantam bumi dalam posisi miring kekiri. Praktis hampir seluruh bagian tubuh sebelah kirinya hancur. Setelah terjatuh, dalam keadaan tidak sadar dan kritis, korban dibawa ke rumah sakit Bhakti Husada untuk dirawat.

“Dia sesak nafas. Selain itu, tulang iga sebelah kirinya patah. Pundak sebelah kirinya juga rusak, dan paru-parunya bocor,” ujar kepala Unit Gawat Darurat (UGD) RS Bhakti Husada, Dr. H. Fajar Sidik.

Karena fasilitas yang minim, setelah 1 jam mendapatkan perwatan, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit Cilandak. Namun takdir berkata lain. Pada jam 11.00 WIB, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, karena parahnya luka yang diderita akibat insiden tersebut.

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan identitasnya menjelaskan, kejadian tersebut sebenarnya sudah sangat sering terjadi dilokasi latihan polisi udara tersebut. Prada Riko Andi, salah satu penerjun payung yang mengalamai kecelakaan di kawasan Pondokcabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (9/10) pagi akhirnya tewas saat dibawa ke Rumah Sakit Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.

Berdasarkan informasi dari seorang provost yang berjaga di depan ruangan UGD, jenazah penerjun itu tiba di RS pukul 11.00. Jenazah dipulangkan ke rumah duka di Nganjuk, Jawa Timur kemarin siang.

Petugas itu enggan menjelaskan lebih lanjut kasus jatuhnya penerjun tersebut dengan alasan perintah atasan. “Ini urusan internal, terima kasih sekali, tapi ini biar menjadi urusan internal kita,” ujar dia menirukanperintah atasannya.

Dua penerjun payung jatuh di kawasan Pondokcabe lantaran payung mereka tak bisa berkembang. Satu korban yang belum diketahui identitasnya kondisinya kritis dan tengah dirawat di RS Bhakti Husada. Untuk perawatan lanjutan, petugas RS yang enggan menyebutkan namanya mengatakan korban akan dirujuk ke RS Marinir, Cilandak.

Dua penerjun dilaporkan mengalami kecelakaan di daerah Pondok Cabe, Jakarta Selatan, Jumat pagi. Parasut mereka tidak mengembang setelah mereka meluncur dari pesawat. Satu penerjun dilaporkan jatuh dekat Universitas Terbuka Pondok Cabe, sementara satu penerjun lagi dikabarkan jatuh di daerah Bintaro.

Menurut petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Polsek Pamulang, Bripda Aminudin, kemarin, setiap hari daerah tersebut memang kerap dijadikan latihan penerjunan oleh berbagai kesatuan TNI dan Polri (Antara dan Berbagai sumber lainnya)

Filed Under: Ruang Berita Terkini

Toko Barcode

Comment using your Facebook

RSSComments (12)

Trackback URL

Comments are closed.