Hadapi Polemik Yang Berkembang, YPI (Yayasan Putri Indonesia) : Qory Dari Dulu Tidak Berjilbab
Ruang Hati | Oct 12, 2009 | Comments 35
Yayasan Putri Indonesia (YPI) enggan menanggapi polemik seputar terpilihnya Qory Sandioriva, wakil Nangroe Aceh Darussalam (NAD) ,sebagai Putri Indonesia (PI) 2009. Sebab, sejak awal mengikuti Pemilihan Putri Indonesia (PPI) 2009, remaja kelahiran Jakarta, 17 Agustus 1991 itu, tidak menggunakan jilbab. “Kami tidak ingin berpolemik, hanya perlu meluruskan. Sejak awal Qory memang tidak berjilbab. Qory adalah representasi remaja Aceh yang tidak berjilbab,” kata Public Relation Manager Mustika Ratu Tbk Mega Angkasa MM, kepada JPNN yang dikutip ruanghati.com, Senin (12/10) malam.

Foto Qory Sandrioriva (Putri Indonesia Asal Aceh) menggunakan busana muslim

Qory, saat menjadi pembawa bendera Merah Putih dalam Paskibraka

Qory, saat menjadi pembawa bendera Merah Putih dalam Paskibraka
Mega menyebut saat di stage (panggung), Qory salah ucap waktu mengatakan ia sudah meminta izin membuka kerudungnya dalam mengikuti pemilihan putri se- Indonesia itu. Padahal yang dimaksud adalah Qory sudah meminta izin dengan pemerintah daerah setempat khususnya kepada Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi NAD untuk mewakili Aceh dalam PPI tahun ini. Ia pun mendapatkan izin tersebut. Siapa yang benar ? tentunya hanya Qory dan orang-orang dekat yang sehari-hari berteman dengan Qory yang mengetahuinya.
Pria berkulit putih ini juga menjelaskan dalam mengikuti ajang PI ada tiga syarat yang bisa membuat seseorang mewakili daerahnya, yakni tinggal di daerah yang diwakili, sekolah di daerah yang diwakili, dan mempunyai garis keturunan dari daerah tersebut.
Dalam hal ini, jelas Mega, Qory yang menyandang predikat juara pencak silat di Jakarta ,dalam darahnya mengalir keturunan Takengon, Aceh Tengah.
“Nanti kami akan sowan (berkunjung) ke pemda NAD, sekaligus berziarah ke makam kakeknya di Takengon sebelum menyerahkan bantuan gempa ke Sumatra Barat (Padang, Red),” jelas Mega.
Saat malam final PPI di Teater Tanah Air (TTA) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) , Cory yang berada di nomor urut 1 ini memang beberapa kali ditanya oleh pembawa acara yang kala itu dimotori oleh Choky Sitohang bersama Charles Bonar Sirait, PI 2002 Melani Putri, dan PI 2003 Dian Khrisna, beberapa kali menyebut penampilan finalis dari Aceh kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Cory pun menjawab pertanyaan tersebut: “Bagi saya rambut adalah bagian dari keindahan. Saya pun sudah meminta izin dari pemda setempat bahkan kepada Ibu Meutia Hatta Swasono (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, red) dalam pemilihan ini,” papar Cory. Jawaban ini pun mendapat applaus dari penonton.
Dalam kesempatan itu, perempuan berkulit putih ini pun bercerita awalnya sempat pesimis dan ragu dengan keikutsertaannya mewakili Aceh tanpa mengenakan jilbab. Namun hal itu pupus setelah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Sementara itu, Pakar Sosilog Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Dr Saleh Sjafei SH M.Hum, berpendapat jika langkah yang dipilih Qory Sandrioriva untuk mewakili Aceh dalam ajang Putri Indonesia. Sehingga mengambil keputusan menaggalkan jilbabnya, adalah agar dapat bersaing dengan kontestan lainnya.
“Dalam diri Qory Sandrioriva juga mengalir darah Aceh dari Ibunya, walaupun bapaknya berdarah sunda, keputusan untuk mewakili Aceh, adalah hak dia,” kata Saleh Sjafei kepada Rakyat Aceh, Minggu (11/10).
Saleh menuturkan, selama proses seleksi Qory mengenakan slempang Aceh, hanyalah untuk melegitimasi dirinya sebagai orang Aceh dan mengikuti darah ibunya, dan itu tidak dapat disalahkan dari segi hukum.
Namun, jika masyarakat Aceh tidak senang bila Qory Sandrioriva mewakili Aceh, karena yang bersangkutan tidak mencerminkan adat dan budaya serta Syariat Islam, maka harus ada satu penegasan dari Pemerintah Aceh, mengakuinya sebagai orang Aceh atau bukan.

Foto Qory saat tidak menggunakan jilbab, pernyataan YPI suatu pelurusan atau pembenaran?
Dia katakan, tidak mungkin Qory Sandrioriva mewakili Aceh jika tidak mendapatkan persetujuan dari pemerintah Aceh, jika saat ini pemerintah Aceh mulai mengatakan tidak merekomendasikan secara tertulis. Maka harus tegas dan mengatakan jika Qari tidak mewakili Aceh, namun mewakili Jawa Barat.
Saleh menjelaskan, terkait dengan kontroversialnya Qory Sandrioriva, yang mengaku mewakili Aceh, dengan menanggalkan adat dan budaya Aceh, serta syariat Islam yang kini berlaku di Aceh karena melepas jilbab, dari segi hukum tidak dapat disalahkan. “Karena hukum sifatnya universal dan kontemporer,” tegasnya.
Namun, kata dia, jika ingin mewakili Aceh, drogma tentang Syariat Islam di Aceh harus dilihat, dan menjadi pertimbangan untuk maju dalam pemilihan ajang Putri Indonesia. (JPNN dan Rakyataceh.com)
Berita Terkait :
1. Foto-Foto Eksklusif Putri Indonesia 2009 Asal NAD, Akankah Berbikini di Miss Universe 2010?
2. Foto Eksklusif Putri Indonesia Tampil Sanggggatttttt Hot Di Miss Universe 2009 (2 Pieces Bikini)
Artikel Menarik Lain:
Filed Under: Ruang Berita Suka Suka • Ruang Berita Terkini





