Mengaku Sebagai 'Imam Mahdi' Gelar Pernikahan Masal 20 Ribu Pasangan
Ruang Hati | Oct 18, 2009 | Comments 42
Sun Myung Moon, 90, pendiri gereja Unification Church di Korea Selatan yang kontroversial menyelenggarakan pernikahan masal dengan peserta hampir 20.000 pasangan dari seluruh dunia. Di antaranya 10.000 pasangan di Korea Selatan dan sisanya tersebar di wilayah Jepang, Amerika Serikat, Brazil, Afrika, Eropa, dan Australia.

Sun Myung Moon, Yang Mengaku sebagai Imam Mahdi "utusan Tuhan Akhir Jaman" melakukan upacara pernikahan masal
Acara ini bertujuan sebagai perayaan ultah Moon ke-90 sekaligus perayaan 50 tahun pernikahan dengan istrinya. Han Hak-ja. “Saya berdoa agar Anda semua menjadi suami istri yang baik. Anda (telah) mewakili enam miliar umat manusia saat ini,” tutur Moon sambil menggandeng istrinya ketika mengadakan pemberkatan di Sun Moon University di Asan, 100 kilometer dari Seoul seperti dikutip Associated Press kemarin (14/10).
Teriakan “Hurrah” membahana dari berbagai tempat pernikahan. Di Seoul, puluhan ribu pasangan datang dengan berbagai macam pakaian. Mulai dari yang modern hingga tradisional. Sedangkan di Washington, umat gereja turut menyaksikan upacara dari Korsel, Jepang, dan AS melalui layar besar.

Acara pernikahan masal puluhan ribu orang yang di prakarsai Moon yang mengaku Sebagai Imam Mahdi tersebut digelar di stadiun mengingat jumlahnya yang sangat besar
Begitu juga di Australia, tempat ratusan mempelai pria dan wanita berbondong-bondong mendatangi gereja ataupun hanya berada di rumah dan meonoton pemberkatan melalui internet.
“Saya menyatakan pasangan ini (disatukan) dalam ikatan perkawinan,” ucap Moon seperti dilansir AFP.
Dari total 20.000 pasangan tadi, 2.000 di antaranya mengucapakan janji suci. Sedangkan sisanya sebanyak 12.000 hanya memperbaharui ikatan pernikahan mereka. Dan, pasangan yang beruntung akan makan siang bersama Moon hari ini.
“Saya sedikit gugup,” aku Rie Furuta, 25, mempelai wanita seperti dilansir Associated Press. Dia datang bersama pasangannya Tadakuni Sano, 25. Mereka hanya bertemu tiga kali sejak menikah Maret lalu.
Moon sendiri beberapa tahun lalu mengumumkan dirinya sebagai Imam Mahdi utusan Yesus Kristus. Dia mengatakan mendapat perintah untuk menjalankan tugas Yesus yang belum selesai.
Berbagai kritikan langsung menyerang Moon. Khususnya ketika dia mendirikan Unification Church di Seoul pada 1954. Serta mendirikan Family Federation for World Peace and Unification yang telah berkembang di seluruh dunia. Sejak saat itu Moon mengadakan beberapa kali pernikahan masal.
Kali pertama Moon mengadakan pernikahan masal pada awal 1960-an yang dihadiri oleh 24 pasangan dan 12 pasangan yang memperbaharui ikatan pernikahan mereka. Lalu pada 1982 Moon mengadakan nikah masal di luar wilayah Korsel. Yaitu di Madison Square, New York yang dihadiri puluhan partisipan dan para pendemo yang menentang pernikahan itu.
Kebanyakan mempelai yang menikah melalui jasa Moon hanya bertemu beberapa kali. Bahkan ada yang baru bertemu kali pertama pada pernikahan. Moon pun menyarankan agar pasangan tersebut menunda hingga 40 hari sebelum memutuskan hidup bersama. Kini Family Federation for World Peace and Unification dipimpin oleh putra termuda Moon, Hyung Jin Moon, 30.
“Harapan kami adalah meluluhkan rintangan dan menciptakan dunia dimana setiap orang menjadi satu,” ujar Moon dalam sebuah autobiografi seperti dikutip Associated Press. (JPNN)
Filed Under: Ruang Berita Suka Suka





