Inilah Profil Kabareskrim Baru Ito Sumardi, Pengganti Susno Duadji
Ruang Hati | Nov 25, 2009 | Comments 35
Mendengar nama Ito Sumardi, tidaklah begitu asing ditelinga saya maklum beberapa tahun silam beliau pernah tugas di Polwiltabes Surabaya, sebagai Kapolwiltabes. Ternyata setelah itu beliau semakin menanjak saja karirnya. Menjadi Kapolda di Sumatera Selatan dan juga Kapolda di Riau. Kini Ito Sumardi menjabat sebagai Bareskrim menggantikan Susno Duadji. Sebagai catatan Susno Duadji pernah menjadi Wakapolwiltabes Surabaya juga namun di era sebelum Pak Ito Sumardi menjabat sebagai Kapolwiltabes Surabaya. Saat itu Kapolwiltabesnya adalah Bambang Sutrisno. Mungkin beberapa dari Anda ingin mengetahui profil dan perjalanan karir dari Komjen Ito Sumardi berikut ini perjalanan karir beliau yang ruanghati sadur dari Kompas. Ito Sumardi pria kelahiran Bogor, 17 Juni 1953, ini pernah menjabat dua kali Kapolda, yaitu Kapolda Riau dan Kapolda Sumsel. Ito polisi yang suka belajar. Selain pengalamannya di kepolisian relatif lengkap, gelar akademisnya cukup banyak, yaitu Doktor Hukum Pidana, Sarjana Hukum, MBA, MM, dan MH.
Setelah lulus Akabri 1977, Ito bertugas sebagai Dansat Sabhara Kores 811 Serang 1978-1978, Dansek Taktakan Kores 811 Serang 1978-1978, Kasi Ops Kores 811 Serang 1978-1978, Dansat Binmas Kores 811 Serang 1978-1979, Kasi Ipp Kores 811 Serang 1979-1979, Dansat Reserse Kores 811 Serang 1979-1980, Dansek Baucau Res 15.3.2 Tim-Tim 1979-1979, Kasi Intel Res 15.3.1 Dilli Tim-Tim 1979-1979, Kasi Ppko Polwil 15.3 Tim-Tim 1979-1980, Ajudan Deputi Kapolri/Wakapolri 1980-1982, Kasubdis Krim Um Res Metro 701 Jakpus 1982-1983, dan Kasubdis Krim Sus Res Metro 701 Jakpus 1983-1985.
Ito kemudian melanjutkan pendidikan PTIK pada tahun 1986. Setelah itu, Ito menjabat Kassubag Kuliah Opsjarlat Ptik 1986-1989, Instruktur Pusdik Lantas Polri 1989-1990, Kasat Lantas Wil Jakarta Pusat 1990-1992, Wakasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya 1992-1993, dan Kasat Lantas Polwiltabes Bandung, Jabar, 1993-1996.
Setelah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi bidang hukum tahun 1996, Ito Sumardi menjabat Kabag Regident Ditlantas Polda Jabar 1996-1996, dan kemudian Dan Kontingen Garuda XIV/11 PBB 1996-1997. Ito kemudian menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana (Bisnis Administrasi) 1997, setelah itu menjabat Kapolres Karawang (1997-1998) dan Sesdit Lantas Polda Jatim 1998-1998, dan Kadit Lantas Polda Aceh 1998-1999.
Ito kemudian melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana (Manajemen Sumber Daya Manusia) tahun 1999. Setelah itu, Ito menjabat sebagai Kadit Lantas Polda Jateng 1999-2000, Kapolwiltabes Surabaya 2001-2003, dan Irwasda Polda Bali 2003-2004.
Tahun 2004 Ito Sumardi menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana (S-2) Hukum Pidana dan tahun 2005 meraih gelar Doktor Hukum Pidana dari Universitas Padjadjaran Bandung. Setelah itu, Ito Sumardi menjabat Direktur Samapta Babinkam Polri 2004-2005, Dan Satgas Ops Tsunami I 2004-2005, Dan Satgas Pengamanan Aceh Monitoring Mission 2005-2006, Direktur Pam Obsus Babinkam Polri 2005-2005, Kapolda Riau 2005-2006, Kapolda Sumsel 2006-2008, dan Koordinator Staf Ahli Kapolri (2008-2009).
Namun di tengah perjalanan karirnya yang cemerlang, Ito pernah tersandung isu tidak sedap. Saat menjabat Kapolda Riau, pria yang dikenal kalem ini terseret dalam isu kasus judi. Dia sempat dituding menjadi beking judi. Bahkan saat kasus ini mencuat, karena nyanyian seorang bandar judi yang tertangkap Polda Riau saat dipimpin Irjen Pol Hadiatmoko, pada Desember 2008, Mabes Polri saat itu sampai turun tangan melakukan pemeriksaan.
Berdasarkan keterangan Irwasum Komjen Pol Yusuf Manggabarani, telah dilakukan pemeriksaan 6 jenderal yang terdiri dari 3 Kapolda dan 3 wakapolda. “Nama-namanya yang berhak lebih berkepentingan kami, bukan kalian. Ada 3 Kapolda dan 3 Wakapolda yang dulunya masih berpangkat komisaris besar,” jelas Jusuf saat ditemui di Mabes Polri pada 1 Desember 2008.
Namun saat itu hasil penyelidikan Mabes Polri tidak diumumkan secara terbuka. Hanya saja, Ito dalam wawancara dengan detikcom pada 1 Desember 2008 tegas-tegas membantah perihal namanya yang disangkutpautkan dengan kasus beking judi. “Saya pernah bertugas di Timor-Timur, Aceh, dan Papua. Masa kemudian saya melacurkan diri, itu hukumnya haram,” kata Ito saat itu.
Pria yang dikenal kalem dan ramah itu pun berani bersumpah bila dirinya sama sekali tidak terlibat. “Demi Allah saya tidak tahu, itu karangan. Waktu jadi Kapolda Riau saya memberantas judi dan illegal logging. Saya paling antijudi, saya tidak pernah berkhianat sampai menerima setoran,” tegas Ito saat itu.
Sumber referensi: Kompas dan Detik
Selamat Menduduki Jabatan Baru Pak Ito Semoga Bareskrim menjadi lebih baik ditangan Anda, semoga keadilan dan kebenaran bisa ditegakan, hukum bisa punya kewibawaan, Polisi Kembali dipercaya rakyat sebagai pengayomnya
Artikel Menarik Lain:
Filed Under: Ruang Berita Terkini




