Borneo Adventure
Barcode Scanner

Sekutu Serang Khadafi, Libya Bakal Menjadi Iraq dan Afghanistan

Bila ada perang, tetap saja rakyat sipil yang jadi korban dan menderita. Inilah yang terjadi di Libya berbekal ijin dari Dewan Keamanan PBB negara-negara yang masuk dalam koalisi sekutu membombardir Libya dengan tujuan menghancurkan rejim Khadafi yang dianggap diktator, namun mayoritas korban yang jutuh tetap saja lebih banyak dari kalangan sipil. Apakah Libya bakal bernasib seperti Iraq dan Afghanistan?

Serangan sekutu ke Libya

Serangan sekutu ke Libya

Serangan sekutu ke Libya

Petugas Kesehatan Libya menyatakan jumlah korban tewas serangan udara Amerika Serikat dan sekutunya meningkat menjadi 64 orang. “Orang meninggal setelah terluka meningkatkan jumlah korban jiwa,” kata petugas yang tak mau disebutkan namanya seperti dikutip dari kantor berita Reuters.

Serangan sekutu ke Libya

Serangan sekutu ke Libya

Serangan sekutu ke Libya

Pasukan Amerika Serikat bersama sekutunya menyerang Libya dengan melontarkan ratusan misil dari pesawat tempur mereka. Ini menjadi intervensi besar Barat terhadap pemimpin Libya Muammar Qadhafi di dunia Arab sejak invasi Irak pada 2003. Amerika Serikat hari ini menyatakan serangan itu sebagai tindak lanjut resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa.

Qadhafi menyatakan korban tewas serangan ‘teroris’ itu berjumlah 48 orang dan melukai 150 orang lainnya. Dia juga menjelaskan masih ada gelombang serangan udara ke Tripoli awal Ahad ini. Pesawat Prancis juga menghancurkan tank dan kendaraan tempur dekat Benghazi.

Siapapun mengetahui Libya merupakan negara yang memiliki cadangan minyak dan gas bumi sangat besar, dan siapapun sudah mengetahui apa yang dilakukan para Sekutu (Negara Koalisi) barat setelah menguasai Irak juga Afghanistan yang sebenarnya lebih pada masalah ekonomi dari pada masalah politik. Inilah model Neo Kolonialisme negara barat pada negara dunia ketiga. Berdalih membantu rakyat setempat yang ditindas pemimpin yang diktator, akhirnya menguasai perekonomian negara tersebut. Dan pada akhirnya negara sekutu menempatkan pemimpin boneka yang bisa disetir dan dikendalikan untuk kepentingan negara sekutu barat. (Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: FeaturedRuang Berita Politik

Comment using your Facebook

RSSComments (3)

Trackback URL

Comments are closed.